Kediri, TandaGlobalNews –Semarak Expresi Santri 2026 di Kabupaten Kediri tidak hanya diisi dengan bazar dan berbagai hiburan. Panitia Hari Santri Nasional (HSN) juga menggelar Pelatihan Kerajinan Tas Anyaman sebagai upaya mengenalkan sekaligus melestarikan keterampilan tradisional kepada masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Kabupaten Kediri, Sabtu (26/9/2026), tersebut diikuti sekitar 200 hingga 300 peserta. Pesertanya berasal dari kalangan ibu-ibu serta anak-anak dan siswa-siswi pondok pesantren di Kabupaten Kediri.

Pelatihan dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut tidak bersifat perlombaan, melainkan menjadi wadah belajar bagi peserta untuk mengenal teknik dasar menganyam hingga menghasilkan kerajinan tas.

Ratna Dwi, pembimbing dari Srikandi Kediri, mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan keterampilan yang nantinya bisa dikembangkan peserta secara mandiri di rumah masing-masing.

“Ini bukan perlombaan, tetapi lebih kepada pelatihan. Kami ingin mengenalkan kerajinan anyaman supaya setelah mengikuti kegiatan ini peserta bisa mencoba dan mengembangkannya sendiri di rumah,” katanya.

Untuk mendampingi ratusan peserta, sebanyak 31 pembimbing dilibatkan dalam pelatihan tersebut. Setiap pembimbing bertugas mendampingi sekitar lima peserta agar proses belajar menganyam dapat dilakukan secara lebih terarah.

Motif anyaman yang digunakan telah disiapkan oleh panitia. Namun, peserta juga mendapat arahan dari pembimbing atau tutor selama proses pengerjaan, sehingga dapat mengikuti tahapan menganyam sesuai kemampuan masing-masing.

Menurut Ratna, keterampilan menganyam membutuhkan ketelitian dan ketelatenan. Karena itu, peserta diberikan kesempatan belajar tanpa batasan waktu pengerjaan secara ketat agar dapat memahami prosesnya dengan baik.

Selain sebagai upaya melestarikan kerajinan tradisional, pelatihan tersebut juga diharapkan memiliki manfaat ekonomi. Peserta yang telah menguasai keterampilan menganyam nantinya dapat mengembangkan produk secara mandiri dan menjadikannya sebagai salah satu peluang usaha.

“Harapannya peserta bisa terus berlatih dan semakin telaten. Kalau keterampilannya sudah dikuasai, bisa dikembangkan di rumah dan bahkan menjadi modal usaha untuk menambah penghasilan,” jelasnya.

Salah satu peserta, Choirunnisak (52) dari TK Dharmawanita Kecamatan Ngasem, turut mengikuti pelatihan tersebut. Ia mengikuti kegiatan untuk mendapatkan pengalaman dan belajar secara langsung mengenai kerajinan tas anyaman.

Menurut Choirunnisak, pelatihan seperti ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mencoba keterampilan baru sekaligus mengenal proses pembuatan kerajinan anyaman secara langsung.

“Kegiatan seperti ini bagus karena kami bisa belajar langsung menganyam. Jadi tidak hanya melihat hasil jadinya, tetapi juga mengetahui bagaimana proses membuatnya,” terangnya.

Pelatihan tersebut menjadi salah satu rangkaian Expresi Santri 2026 yang berlangsung di kawasan SLG. Selain memberikan pengalaman keterampilan kepada peserta, kegiatan ini sekaligus membuka peluang agar kerajinan anyaman tetap dikenal dan dapat dikembangkan oleh generasi berikutnya.

Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto