KEDIRI, Tandaglobal.news — Upaya pemulihan Situs Mbah Gleyor di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, terus dilakukan setelah bagian situs mengalami vandalisme berupa pengecatan. Tim Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur bersama juru pelihara Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri melakukan pembersihan menggunakan bahan khusus sesuai prosedur konservasi.

Proses pembersihan dimulai pada Kamis (10/9/2026) dan ditargetkan rampung pada Minggu.

Pembersihan dilakukan secara bertahap untuk menghilangkan lapisan cat tanpa merusak material asli situs yang berbahan kayu.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri Mustika Prayitno Adi mengatakan, proses konservasi telah menunjukkan hasil.

Lapisan cat akibat vandalisme mulai berhasil dihilangkan dan kondisi situs berangsur kembali seperti sebelumnya.

“Alhamdulillah ini sudah beberapa hari kita lakukan. Dibantu rekan-rekan dari BPKW. Insyaallah targetnya empat hari sudah selesai,” kata Mustika.

Menurutnya, Situs Mbah Gleyor merupakan salah satu objek yang telah masuk dalam inventarisasi pemerintah daerah.

Ke depan, pihaknya berencana memasang papan informasi yang memuat identitas, nomor inventaris, serta narasi sejarah situs tersebut.

Pembersihan melibatkan dua orang dari BPK Wilayah XI Jawa Timur dan sejumlah juru pelihara dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

Keterlibatan juru pelihara tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian situs.

“Juru pelihara itu petugas yang biasanya bertugas di objek-objek cagar budaya ataupun situs-situs yang kita kelola. Kita gilir, kita lakukan kerja bakti bersama-sama biar ikut memiliki juga teman-teman,” ujarnya.