CIMAHI, TandaGlobalNews — Perjalanan PT Trisula Textile Industries Tbk menjadi salah satu bagian dari perkembangan panjang industri tekstil Indonesia. Perusahaan yang kini beroperasi di Kota Cimahi itu bermula dari usaha tekstil sederhana di Bandung yang didirikan Tirta Suherlan pada 1968.
Menurut sejarah resmi Trisula, perusahaan tersebut awalnya bernama PT Daya Mekar. Pada tahap awal, kegiatan usaha masih sederhana dan mengandalkan sejumlah alat tenun. Dari skala kecil tersebut, bisnis kemudian berkembang hingga membutuhkan fasilitas produksi yang lebih besar.
Berawal dari Bandung
Pada 1968, Tirta Suherlan mendirikan PT Daya Mekar di Bandung. Perusahaan tersebut kemudian menjadi cikal bakal bisnis tekstil Trisula.
Dalam catatan sejarah Trisula, usaha itu bermula dari sebuah tenda dan mesin tenun bekas di Jalan Simpang Aruna. Fasilitas sederhana tersebut menjadi fondasi bagi pengembangan perusahaan pada tahun-tahun berikutnya.
Meningkatnya permintaan membuat perusahaan membutuhkan lokasi produksi yang lebih luas.
Pada 1977, Tirta Suherlan membeli lahan sekitar 13,5 hektare di Cimahi, Bandung, yang kemudian digunakan untuk pengembangan pabrik tekstil Trisula.
Setahun kemudian, pada 1978, pabrik tekstil tersebut dipindahkan ke lokasi di Cimahi.
Perpindahan itu menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan perusahaan karena kegiatan manufaktur mulai dilakukan dalam skala yang lebih besar.
Berkembang Menjadi Produsen Tekstil
Perusahaan kemudian mengalami perkembangan organisasi sekaligus perubahan nama.
Dalam perjalanan sejarahnya, fasilitas tersebut dikenal sebagai Trisula Banten Textile Mill sebelum akhirnya menggunakan nama PT Trisula Textile Industries pada 1999.
Dengan demikian, nama PT Trisula Textile Industries yang dikenal saat ini merupakan hasil perkembangan dari perusahaan tekstil yang telah berdiri sejak 1968.
Pabrik di Cimahi kemudian menjadi salah satu basis utama kegiatan tekstil Trisula.
Produk tekstil perusahaan berkembang untuk berbagai kebutuhan, termasuk kain yang digunakan dalam pembuatan pakaian formal, seragam dan produk fashion.
Memasuki Industri Garmen
Ekspansi Trisula tidak berhenti pada produksi kain.
Pada 1987, perusahaan mendirikan PT Nusantara Cemerlang yang menjadi produsen garmen pertama Trisula.
Langkah tersebut menandai perubahan penting karena perusahaan mulai bergerak ke sektor hilir, dari produksi tekstil menuju pakaian jadi.
Pada 1989, Trisula memasuki industri garmen dan memproduksi pakaian bermerek. Produk tersebut kemudian dipasarkan di Indonesia dan sejumlah pasar internasional, termasuk Jepang, Amerika Serikat, Eropa, Australia, Malaysia dan Singapura.
Ekspansi itu membuat bisnis Trisula semakin terintegrasi.
Perusahaan tidak lagi hanya mengandalkan penjualan kain, tetapi juga memperoleh nilai tambah melalui produk pakaian jadi.
Perubahan Setelah Wafatnya Pendiri
Tirta Suherlan wafat pada 1988.
Setelah itu, bisnis Trisula dilanjutkan oleh kedua putranya, Kiky Suherlan dan Dedie Suherlan.
Pergantian generasi tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perusahaan karena bisnis yang awalnya dibangun sebagai usaha tekstil keluarga kemudian berkembang menjadi kelompok usaha dengan kegiatan yang lebih luas.
Pada periode berikutnya, Trisula memperluas bisnis melalui berbagai perusahaan dan merek.
Munculnya Merek dan Bisnis Baru
Pada 1995, merek JOBB diluncurkan. Pada tahun yang sama, Trisula juga mendirikan Divisi Ritel.
Perusahaan sebelumnya juga memperoleh hak untuk memegang merek Jack Nicklaus di Indonesia.
Langkah tersebut memperlihatkan perubahan strategi Trisula dari perusahaan manufaktur menjadi kelompok usaha yang menggabungkan produksi tekstil, pakaian, merek dan distribusi.
Pada 1996, kegiatan operasional internasional juga mulai berkembang di sejumlah negara.
Perubahan Nama Menjadi PT Trisula Textile Industries
Tahun 1999 menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan perusahaan.
Trisula Banten Textile Mill berubah nama menjadi PT Trisula Textile Industries.
Pada tahun yang sama, Divisi Garmen Trisula kemudian menjadi PT Trisula Garment Manufacturing.
Perubahan tersebut memperjelas struktur usaha antara bisnis tekstil dan garmen.
Seiring waktu, kegiatan manufaktur dan perdagangan semakin berkembang.
Masuk Bursa Efek Indonesia
Perkembangan perusahaan berlanjut hingga memasuki pasar modal.
Pada 2012, PT Trisula International Tbk resmi diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham TRIS.
Kemudian pada 2017, PT Trisula Textile Industries Tbk secara resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham BELL.
Masuknya perusahaan ke bursa menjadi babak baru dalam sejarah korporasi Trisula karena kegiatan bisnisnya memasuki fase sebagai perusahaan publik.
Perkembangan Pabrik Cimahi
Pabrik Trisula di Cimahi berkembang menjadi fasilitas manufaktur tekstil yang memproduksi berbagai jenis kain.
Data teknis yang dipublikasikan dalam dokumen pendidikan tekstil mencatat kegiatan produksi meliputi twisting, weaving serta dyeing-finishing. Produk utamanya antara lain suiting fabrics untuk pakaian formal dan seragam.
Lokasi fasilitas produksi tercatat berada di kawasan Cimahi, Jawa Barat.
Perkembangan teknologi membuat fasilitas tersebut terus menyesuaikan proses produksi dengan kebutuhan industri tekstil.
Dari Industri Tekstil ke Grup Terintegrasi
Perjalanan Trisula memperlihatkan perubahan dari usaha tenun kecil menjadi kelompok usaha yang memiliki kegiatan tekstil, garmen, merek dan distribusi.
Perusahaan juga terus melakukan pengembangan setelah tercatat di bursa.
Pada 2019, Trisula International menyelesaikan akuisisi strategis terhadap BELL. Sementara itu, pada tahun-tahun berikutnya kelompok usaha tersebut mendirikan beberapa entitas baru.
Pada 2018, Trisula juga memperingati 50 tahun perjalanan perusahaan.
Warisan Sejarah Trisula
Sejarah PT Trisula Textile Industries menunjukkan bagaimana industri tekstil Indonesia berkembang melalui kombinasi kewirausahaan, investasi fasilitas produksi, pengembangan teknologi dan ekspansi pasar.
Perjalanan tersebut dimulai pada 1968 dengan PT Daya Mekar di Bandung.
Lima puluh tahun kemudian, nama Trisula telah berkembang menjadi kelompok usaha tekstil dan fashion yang memiliki jaringan bisnis lebih luas.
Bagi Cimahi, keberadaan fasilitas produksi Trisula juga menjadi bagian dari sejarah perkembangan kawasan industri tekstil Jawa Barat.
Dari mesin tenun bekas dan usaha kecil di Bandung, Trisula tumbuh melalui proses panjang hingga membangun basis manufaktur di Cimahi dan menjadi salah satu nama yang bertahan dalam sejarah industri tekstil Indonesia.



















Tinggalkan Balasan