Kediri, TandaGlobalNews–Aktivitas tukang becak di sekitar Alun-Alun Kota Kediri masih terlihat sepi. Kondisi ini terjadi seiring proyek alun-alun mangkrak yang hingga kini belum kembali berfungsi sebagai ruang aktivitas masyarakat, sehingga turut berdampak pada minimnya penumpang yang menggunakan jasa becak.

Nuril (69), salah seorang tukang becak yang biasa mangkal di depan Alun-alun Kota Kediri, mengatakan, kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan sebelum kawasan tersebut ditutup. Menurutnya, dahulu masyarakat lebih banyak menggunakan becak karena belum banyak tersedia layanan transportasi berbasis aplikasi.

“Sekarang masih sepi, Mas. Dulu belum ada Gojek, Grab, atau ojek online sehingga masyarakat lebih banyak menggunakan becak. Sekarang penumpangnya semakin sulit dicari,” katanya Selasa (1/9/2026).

Nuril menjelaskan, keberadaan transportasi daring membuat jumlah penumpang becak semakin berkurang. Kondisi tersebut semakin terasa ketika aktivitas di kawasan Alun-alun Kota Kediri tidak lagi seramai sebelumnya.

Menurutnya, sebelum Alun-alun Kota Kediri ditutup, penumpang becak masih relatif mudah ditemukan. Masyarakat yang hendak bepergian dari atau menuju kawasan tersebut kerap menggunakan jasa becak untuk perjalanan jarak dekat.

Namun, kondisi tersebut berubah setelah kawasan Alun-alun Kota Kediri tidak lagi ramai. “Pendapatan kini tidak menentu karena kadang tidak dapat penumpang sama sekali,” jelasnya.

Walau demikian, Nuril tetap datang untuk mangkal sejak pagi. Ia biasanya mulai bekerja sekitar pukul 05.00 WIB dan mengakhiri aktivitas sekitar pukul 15.00 WIB. Meski berada di lokasi selama kurang lebih 10 jam, pendapatan yang diperoleh setiap hari tidak dapat dipastikan.

“Jam lima pagi saya sudah mangkal dan biasanya pulang sekitar jam tiga sore. Tapi pendapatannya tidak tentu, kadang seharian tidak mendapatkan penumpang,” tambahnya.

Ia biasanya menunggu penumpang di depan Alun-alun Kota Kediri. Pada pagi hari, Nuril juga dapat berpindah ke sekitar jembatan untuk mencari penumpang. Setelah sekitar pukul 09.00 hingga 10.00 WIB, ia kembali berada di kawasan depan Alun-alun.

Menurutnya, jumlah tukang becak yang biasa mangkal di lokasi tersebut juga tidak selalu lengkap. Beberapa tukang becak terkadang tidak datang karena kondisi penumpang yang sepi.

Nuril berharap kawasan Alun-alun Kota Kediri dapat kembali dibuka dan ramai dikunjungi masyarakat. Menurutnya, kembalinya aktivitas masyarakat di kawasan tersebut dapat membuka peluang bagi tukang becak untuk kembali mendapatkan penumpang.

“Ya pasti berharap Alun-alun bisa ramai lagi seperti dulu. Kalau ramai, mudah-mudahan penumpang becak juga kembali ada dan kami bisa mendapatkan penghasilan,” ujar Nuril.

Bagi Nuril, pekerjaan sebagai tukang becak menjadi salah satu pilihan untuk tetap mendapatkan penghasilan setelah pekerjaan sebelumnya sebagai pekerja bangunan semakin sulit diperoleh. Ia kemudian beralih menarik becak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Meski menghadapi persaingan dengan transportasi daring, Nuril tetap berusaha menjalankan pekerjaannya. Ia berharap keberadaan becak sebagai transportasi tradisional tetap memiliki ruang di tengah perkembangan moda transportasi modern.

Reporter: Roni Ardiansyah
Editor: Rizky Rusdiyanto