Kediri, TandaGlobalNews – Penambang tradisional yang tergabung dalam Aliansi Penambang Tradisional Kediri Raya mendatangi lokasi proyek Tol Kediri-Tulungagung Selection 1 yang berada di Desa Tiron Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, Selasa (1/9/2026).
Mereka yang membawa puluhan truk menggelar aksi damai untuk menyampaikan aspirasi terkait pembayaran pekerjaan yang hingga kini disebut belum sepenuhnya diselesaikan. Aksi ini mendapat pengawalan dan pengamanan ketat dari Polres Kediri Kota dan Kodim 0809 Kediri.
Aksi tersebut berkaitan dengan persoalan pembayaran pekerjaan yang dikerjakan para penambang dan vendor lokal untuk mendukung pembangunan proyek tol. Mereka mengklaim pembayaran dari PT Hastari Jaya Sentosa mengalami sejumlah penundaan dan sebagian pekerjaan disebut belum dibayarkan dalam waktu yang telah diharapkan.
Para penambang mengaku persoalan tersebut bukan baru terjadi. Pembayaran disebut berulang kali mengalami keterlambatan, bahkan ada yang berlangsung hingga berbulan-bulan.
Kondisi itu membuat sejumlah penambang dan vendor lokal mengaku mengalami tekanan finansial. Pasalnya, biaya operasional pekerjaan maupun kebutuhan sehari-hari tetap harus dipenuhi meskipun pembayaran atas pekerjaan belum diterima.
Persoalan tersebut bermula saat penambang lokal mulai dilibatkan dalam pekerjaan proyek pada Desember 2024. Keterlibatan mereka kemudian berlangsung hingga Agustus 2025.
Selama periode pekerjaan tersebut, para penambang mengaku pembayaran tidak diterima secara sekaligus sesuai harapan. Pencairan disebut dilakukan secara bertahap dan dalam prosesnya kembali mengalami penundaan.
“Terakhir pembayaran (pelunasan) tadi pukul 09.00 WIB,” ujar Koordinator Aliansi Penambang Tradisional Kediri Raya, Tubagus Fitrajaya.
Walau demikian, pelunasan tersebut berlangsung ketika Aliansi Penambang Tradisional Kediri Raya menggelar aksi di Lokasi Proyek Jalan Tol Selection 1 Desa Tiron Kecamatan Banyakan. Bagus mempertanyakan mengapa pelunasan dilakukan ketika ada aksi tersebut.
“Untuk hutangnya 1 miliar sekian dan detailnya saya kurang tahu. Mereka mencicil pembayarannya dan kami sudah menyurat baru kemarin sore ada pembayaran. Tapi pembayarannya sudah clear,” jelasnya.
Dia berharap, ke depannya kejadian seperti ini tidak terulang kembali. Tak hanya itu, Bagus ingin semua pekerjaan yang ada di Kediri harus melibatkan warga atau masyarakat lokal dengan mekanisme yang jelas.
“Ke depannya kita tetap fungsi kontrol karena apa aliansi ini melindungi teman-teman semua,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri, Totok Minto menambahkan, permasalahan kedua belah sudah selesai. Pihaknya, juga sudah mengawal terkait hal tersebut agar segera dilakukan pembayaran oleh PT Hastari Jaya Sentosa karena menyangkut hak dan kewajiban.
“Ke depannya jangan sampai terulang kembali semuanya perbaiki diri bagaimana menciptakan Kediri ini kondusif dan tidak ada masalah,” tuturnya.
Sementara itu Pihak PT Hastari Jaya Sentosa saat berusaha dikonfirmasi terkait hal tersebut di lokasi belum memberikan jawaban apapun.
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan