Tandaglobal.news | KEDIRI –Memasuki musim kemarau, petani di kawasan Bodag, Desa Wonorejo Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri mulai mempersiapkan lahan untuk masa tanam. Sejumlah persiapan dilakukan, mulai dari pemasangan mulsa hingga pemberian pupuk organik berbahan kotoran sapi, Selasa (4/8/2026).

Salah satu petani, Samidi, mengaku lahan miliknya sudah mulai dipasangi mulsa sebagai persiapan memasuki masa tanam. Namun, kondisi kemarau membuat petani harus memperhitungkan ketersediaan air untuk menunjang pertumbuhan tanaman.

“Lahan sudah mulai saya pasangi mulsa karena sebentar lagi masuk masa tanam. Tapi yang menjadi tantangan sekarang pasokan air, karena musim kemarau debitnya tidak sebanyak saat musim hujan,” ujar Samidi.

Pemasangan mulsa dilakukan sebagai bagian dari persiapan lahan sekaligus untuk membantu menjaga kondisi tanah. Di tengah cuaca panas dan minimnya hujan, petani perlu mengatur penggunaan air agar tanaman yang mulai ditanam nantinya tetap mendapatkan kebutuhan air yang cukup.

Samidi mengatakan, pengaturan waktu tanam menjadi penting agar kebutuhan tanaman dapat disesuaikan dengan kondisi pasokan air di lapangan. Petani juga perlu melakukan pemantauan secara rutin untuk mengantisipasi perubahan kondisi lahan selama musim kemarau.

“Kami harus melihat kondisi air juga. Kalau pasokannya terbatas, harus pintar mengatur supaya kebutuhan tanaman tetap tercukupi,” katanya.

Sementara itu, petani lainnya, Yoyok, memilih memanfaatkan masa persiapan dengan mulai mengecerkan pupuk kotoran sapi di lahan. Pupuk organik tersebut diberikan secara bertahap agar memiliki waktu untuk terurai dan bercampur dengan tanah sebelum digunakan untuk masa tanam.

Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya petani mempersiapkan kondisi tanah lebih awal. Penggunaan bahan organik dari kotoran sapi dinilai dapat membantu memperbaiki struktur tanah dan menjadi alternatif untuk menekan biaya penggunaan pupuk.

“Pupuk kotoran sapi mulai saya ecerkan dari sekarang. Biar nanti ada waktu untuk terurai sebelum tanaman masuk,” ungkap Yoyok.

Menurut Yoyok, pemberian pupuk organik sejak awal juga diharapkan dapat membuat tanah lebih siap ketika masa tanam tiba. Persiapan dilakukan secara bertahap sehingga pekerjaan tidak menumpuk ketika petani mulai memasuki masa tanam.

Selain membantu menyiapkan lahan, pemanfaatan kotoran sapi juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan sumber daya yang tersedia di sekitar petani. Bahan organik tersebut dapat membantu menjaga kesuburan dan struktur tanah dalam jangka panjang.

“Selain lebih hemat, pupuk ini juga bagus untuk tanah. Harapannya tanah lebih gembur dan siap digunakan ketika masa tanam dimulai,” pungkasnya.

Persiapan lebih awal menjadi strategi petani menghadapi masa tanam di tengah musim kemarau. Di satu sisi, kondisi kering dapat membantu proses persiapan lahan dan pengeringan bahan organik, tetapi di sisi lain petani tetap harus mewaspadai keterbatasan pasokan air selama tanaman mulai tumbuh.

Reporter: Maulana Rahmadha

Editor Rizky Rusdiyanto