Kediri, Tandaglobal.news– Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh camat di Kabupaten Kediri lebih proaktif memantau perubahan data kesejahteraan masyarakat yang masuk dalam pengelompokan desil. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan berbagai program bantuan pemerintah benar-benar diterima oleh warga yang berhak.

Permintaan itu disampaikan Mas Dhito saat memberikan arahan kepada para camat dan kepala puskesmas se-Kabupaten Kediri. Ia menyoroti masih adanya ketidaksesuaian data yang berdampak pada tidak tepatnya penyaluran bantuan sosial, termasuk layanan kesehatan bagi peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

“Banyak laporan yang masuk desilnya tertukar. Dampaknya orang yang seharusnya mendapatkan bantuan tidak mendapatkan bantuan,” ujar Mas Dhito.

Menurutnya, pemerintah daerah tidak ingin ada warga yang kehilangan hak atas bantuan hanya karena persoalan administrasi atau ketidakakuratan data. Terlebih, pelayanan kesehatan merupakan kebutuhan dasar yang harus dapat diakses seluruh masyarakat.

Mas Dhito menegaskan sektor kesehatan menjadi salah satu prioritas pembangunan di Kabupaten Kediri. Karena itu, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kualitas layanan di seluruh fasilitas kesehatan, sekaligus memperkuat capaian Universal Health Coverage (UHC) agar perlindungan kesehatan masyarakat semakin optimal.

“Pelayanan kesehatan hati-hati betul, jangan sampai ada unsur apalagi anggapan bahwa kita abai,” tegasnya.

Menindaklanjuti berbagai laporan mengenai ketidaksesuaian data desil dengan kondisi riil di lapangan, Mas Dhito meminta jajaran pemerintah kecamatan aktif mengawal proses pembaruan data. Menurutnya, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan dan pengusulan penerima bantuan kepada pemerintah pusat.

“Data menjadi kata kunci dalam mengambil kebijakan walaupun sifatnya kita usulan. Usulan dari kita ke Kementerian Sosial kemudian Kementerian Sosial yang menentukan desilnya,” pungkasnya.

Reporter: Wildan Wahid Hasyim