Kediri, Tandaglobal.news Kerusakan atap di salah satu area Pasar Pahing, Kota Kediri, hingga kini belum juga diperbaiki. Kondisi tersebut telah berlangsung sekitar tiga tahun dan dikeluhkan para pedagang karena mengganggu aktivitas jual beli, terutama saat musim hujan.

Salah seorang pedagang yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan mengatakan, bagian atap yang ambruk membuat air hujan masuk ke area pasar.

Meski tidak menyebabkan banjir, tampias dan genangan air kerap mengganggu kenyamanan pedagang maupun pembeli.

“Saat hujan memang tidak banjir, tetapi air masuk karena atapnya sudah rusak. Area jualan sering terkena tampias,” ujarnya, Jumat (31/7/2026).

Menurutnya, para pedagang telah beberapa kali menyampaikan usulan agar atap yang rusak segera diperbaiki.

Namun hingga kini belum ada tindak lanjut yang dirasakan para pedagang.

Ia mengaku memperoleh informasi bahwa perbaikan belum bisa dilakukan karena terkendala ketersediaan anggaran.

Sementara itu, proses renovasi yang berjalan saat ini baru menyasar bagian luar bangunan pasar secara bertahap.

“Informasinya memang belum ada anggaran untuk memperbaiki bagian yang rusak ini. Yang diperbaiki baru atap di bagian luar,” katanya.

Pasar Pahing merupakan salah satu pusat perdagangan tradisional di Kota Kediri yang setiap hari menjadi tempat aktivitas jual beli berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari bahan pangan, sayuran, hingga kebutuhan rumah tangga.

Kondisi fasilitas pasar yang layak dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga kenyamanan pedagang maupun pengunjung.


Pemerintah Kota Kediri juga secara berkala melakukan pemantauan aktivitas pasar, termasuk ketersediaan bahan pokok dan kondisi perdagangan di Pasar Pahing.

Kondisi tersebut membuat para pedagang berharap pemerintah segera mengalokasikan anggaran untuk memperbaiki atap yang ambruk agar aktivitas jual beli kembali berlangsung lebih nyaman, terutama menjelang musim penghujan.

“Harapan kami atap ini bisa segera diperbaiki. Kalau dibiarkan terus, saat hujan pedagang dan pembeli sama-sama tidak nyaman,” pungkasnya.