Tandaglobal.news | Kediri — Rencana relokasi Pasar Buah Banyakan yang terdampak pembangunan jalan tol mendapat dukungan dari para pedagang. Meski harus meninggalkan lokasi yang selama puluhan tahun menjadi pusat perdagangan buah, mereka berharap kawasan baru dapat menghadirkan fasilitas yang lebih representatif serta mampu menciptakan aktivitas ekonomi yang ramai sepanjang tahun.

Salah seorang pedagang, Robiq Yulianto, mengatakan para pedagang pada dasarnya akan mengikuti kebijakan pemerintah selama tetap disediakan tempat untuk berjualan.

Menurutnya, tantangan terbesar setelah relokasi adalah proses penyesuaian pelanggan yang telah lama mengenal lokasi Pasar Buah Banyakan.

“Kalau pedagang ya ikut saja. Yang penting ada tempat untuk berjualan. Mungkin di awal ada penurunan omzet karena pelanggan harus mengenal lokasi baru dulu. Kalau di sini kan sudah lama dan orang-orang sudah tahu,” ujarnya.

Robiq yang telah berjualan sejak 2009 menjelaskan, selama ini petani maupun pemasok buah telah terbiasa melakukan transaksi di Pasar Buah Banyakan.

Kondisi tersebut membuat perpindahan lokasi diperkirakan membutuhkan waktu untuk membangun kembali jaringan pelanggan serta aktivitas perdagangan yang sudah terbentuk.

Di sisi lain, ia menilai relokasi juga menjadi kesempatan untuk memperbaiki sejumlah kendala yang selama ini dihadapi pedagang, terutama terkait akses jalan menuju kawasan pasar.

“Kalau musim ramai, jalan di sekitar pasar terasa sempit. Kendaraan sering kesulitan untuk berpapasan atau berputar. Harapannya nanti akses jalannya bisa lebih lebar dan lebih nyaman,” katanya.

Harapan serupa disampaikan Enik Masruroh, pedagang senior yang telah berjualan sejak awal berdirinya Pasar Buah Banyakan.

Ia berharap konsep pasar baru tidak hanya bergantung pada musim panen mangga, tetapi mampu menjadi sentra perdagangan berbagai jenis buah sepanjang tahun.

Menurut Enik, aktivitas perdagangan selama ini cenderung meningkat ketika musim mangga tiba.

Namun, setelah musim panen berakhir, jumlah pengunjung dan transaksi ikut menurun sehingga pasar terkesan bersifat musiman.

“Namanya pasar buah, jadi kalau bisa tidak hanya mangga saja. Buah-buah lain juga perlu masuk ke sini supaya pasar tidak menjadi pasar musiman,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat mendorong masuknya berbagai komoditas buah dari berbagai daerah agar aktivitas perdagangan tetap berlangsung sepanjang tahun.

Dengan demikian, pedagang tidak lagi bergantung pada satu komoditas dan pasar dapat berkembang menjadi pusat perdagangan buah yang lebih besar.

Selain keberagaman komoditas, Enik juga berharap lokasi baru nantinya memiliki fasilitas yang lebih memadai, aman, dan nyaman bagi para pedagang maupun pengunjung.

“Yang penting tempatnya memadai, aman, dan bisa mendukung kebutuhan pedagang kecil. Pemerintah juga diharapkan terus membantu dan membina agar pasar buah ini bisa semakin maju,” katanya.

Baik Robiq maupun Enik sepakat relokasi dapat menjadi momentum pembenahan Pasar Buah Banyakan.

Mereka berharap kawasan baru tidak sekadar menyediakan tempat berjualan yang lebih layak, tetapi juga mampu meningkatkan jumlah pengunjung serta memperkuat peran pasar sebagai pusat perdagangan buah di Kabupaten Kediri.

Pemerintah Kabupaten Kediri saat ini tengah mempersiapkan relokasi Pasar Buah Banyakan yang terdampak pembangunan jalan tol.

Selain menyediakan lokasi sementara bagi pedagang, pemerintah juga merancang kawasan baru yang diproyeksikan menjadi pasar buah terpadu, pusat oleh-oleh, sekaligus rest area.

Bagi para pedagang, keberhasilan relokasi tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik semata, tetapi juga kemampuan kawasan baru dalam menciptakan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.

Dengan akses yang lebih luas, fasilitas yang lebih lengkap, serta perdagangan berbagai komoditas buah sepanjang tahun, mereka berharap Pasar Buah Banyakan dapat berkembang menjadi salah satu pusat perdagangan buah sekaligus penggerak ekonomi masyarakat Kabupaten Kediri.