KEDIRI, Tandaglobal.news — Kerajinan tas anyaman dari Desa Brenggolo, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri, berkembang menjadi usaha yang mampu menjangkau pasar luar daerah hingga mancanegara. Berawal dari usaha rumahan, produk tas tersebut kini memiliki pelanggan dari berbagai wilayah, bahkan pernah dikirim hingga Malaysia.

Usaha yang dirintis Yanti (39) sejak 2023 itu terus berkembang seiring meningkatnya keterampilan produksi dan permintaan pasar. Sebelum memproduksi tas sendiri, ia mengawali usahanya dengan menjual produk milik orang lain.

Kesempatan mengikuti pelatihan di balai desa kemudian menjadi awal bagi Yanti untuk belajar membuat tas anyaman secara mandiri. Pada masa awal produksi, ia mengaku belum percaya diri menerima pesanan dengan model sesuai permintaan pelanggan.

“Dulu awalnya saya jualan tas dari orang lain, kemudian ikut pelatihan dan mulai bikin sendiri. Awalnya juga belum berani terima pesanan sesuai permintaan karena masih belajar,” ujarnya, Sabtu (31/10/2026).

Seiring waktu, kemampuan produksinya semakin berkembang. Kini, ia mampu membuat berbagai model tas dengan pilihan bahan seperti emboss, kaca, hingga lurik. Harga produknya bervariasi, mulai dari Rp5.000 hingga Rp100.000, bergantung pada model dan kualitas bahan.

Permintaan pasar juga terus berkembang. Dalam satu pesanan, pelanggan biasanya memesan sekitar 80 hingga 100 tas. Jumlah tersebut bahkan bisa meningkat menjadi ratusan hingga ribuan buah untuk kebutuhan acara tertentu.

“Kalau pesanan biasanya minimal 80 sampai 100 tas, bahkan bisa sampai ratusan hingga ribuan,” jelasnya.

Produk tersebut banyak digunakan untuk berbagai kebutuhan acara, seperti pernikahan, selamatan, hingga tahlilan. Selain itu, tas anyaman mulai dimanfaatkan sebagai alternatif tas belanja yang dapat digunakan berulang kali.

Untuk memenuhi pesanan, Yanti kini dibantu sekitar 15 pengrajin. Menariknya, para pekerja tidak harus berkumpul di satu tempat karena proses pengerjaan dilakukan dari rumah masing-masing dengan sistem borongan berdasarkan jumlah tas yang diselesaikan.

Sistem tersebut memungkinkan warga sekitar memperoleh penghasilan tanpa harus meninggalkan aktivitas lainnya. Keberadaan para pengrajin juga membantu mempercepat penyelesaian pesanan yang masuk.

Dari sisi pemasaran, Yanti memanfaatkan penjualan langsung melalui toko serta media sosial, seperti Instagram, Shopee, dan TikTok. Instagram menjadi salah satu saluran yang paling banyak mendatangkan pembeli.

Jangkauan pasarnya pun semakin luas. Selain pelanggan dari Kediri dan sejumlah daerah lain, produknya pernah menjangkau pembeli di Malaysia. Sejumlah instansi pemerintah juga pernah melakukan pemesanan dalam jumlah besar. Salah satunya Dinas Perhubungan Kabupaten Kediri yang memesan hingga 2.000 tas untuk kebutuhan hampers saat arus mudik.

Di tengah perkembangan usaha, kenaikan harga bahan baku menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi. Namun, Yanti memilih tidak langsung menaikkan harga jual secara signifikan agar pelanggan tetap bisa memesan produknya.

“Kalau bahan naik, biasanya kami tidak menaikkan harga, tapi mengurangi sedikit keuntungan,” ungkapnya.

Ia mengaku pendapatan usaha bisa mencapai Rp10 juta ketika pesanan sedang ramai. Meski demikian, jumlah tersebut bergantung pada banyaknya pesanan yang diterima.

Bagi Yanti, keberhasilan usaha tidak hanya diukur dari keuntungan yang diperoleh. Ia juga ingin kerajinan tersebut memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar dengan membuka kesempatan kerja bagi para pengrajin.

“Saya tidak terlalu mengejar untung besar. Yang penting para pengrajin tetap punya pekerjaan dan bisa terus berjalan,” katanya.

Selain mengembangkan produksi, Yanti juga aktif membagikan keterampilannya kepada masyarakat. Ia beberapa kali mendapat undangan untuk memberikan pelatihan menganyam, mulai dari lingkungan sekolah hingga pondok pesantren.

Ke depan, ia berharap dapat terus menghadirkan inovasi melalui model dan variasi produk baru. Dengan begitu, kerajinan tas anyaman dari Desa Brenggolo diharapkan tetap memiliki daya tarik dan mampu bersaing di pasar yang semakin luas.