
KEDIRI, Tandaglobal.news — Aktivitas pertambangan PT Empat Pilar Anugerah Sejahtera (EPAS) di kawasan Perkebunan Damarwulan, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, belum terlihat kembali beroperasi hingga Sabtu (31/10/2026). Sepanjang jalan menuju kawasan tambang, tidak tampak kendaraan pengangkut material maupun aktivitas operasional pertambangan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga setelah sebelumnya muncul penolakan terhadap aktivitas pertambangan. Pada Senin (12/10/2026), lebih dari 1.000 warga dari Desa Puncu, Satak, Asmorobangun, dan Lestari menggelar demonstrasi di Pendopo Kecamatan Puncu.
Dalam aksi tersebut, warga menyampaikan sejumlah keluhan terkait kerusakan jalan, gangguan lingkungan, hingga penurunan debit air bersih.
Berdasarkan pantauan di sepanjang jalan menuju kawasan pertambangan pada Sabtu (31/10/2026), tidak terlihat aktivitas pengangkutan material tambang. Kawasan tersebut juga tampak sepi dari pergerakan kendaraan operasional.
Dewo, warga yang tinggal di kawasan Damarwulan, membenarkan bahwa aktivitas pertambangan belum kembali berjalan seperti sebelumnya. Ia menyebut dua alat berat yang biasa digunakan untuk operasional tambang telah keluar dari lokasi.
“Dua alat berat yang biasanya digunakan untuk beroperasi sudah keluar dari lokasi tambang. Sementara itu, di dalam masih ada dua alat berat, tetapi kondisinya rusak dan tidak bisa digunakan,” ujar Dewo.
Menurutnya, kawasan sekitar pertambangan hingga saat ini masih sepi dari aktivitas operasional. Dua alat berat yang tersisa di dalam lokasi juga belum menunjukkan adanya kegiatan pengerukan material.
Belum terlihatnya aktivitas pertambangan membuat warga masih menunggu kepastian mengenai kelanjutan operasional perusahaan. Terlebih, persoalan dampak pertambangan terhadap lingkungan dan kebutuhan air bersih sebelumnya menjadi salah satu keluhan utama dalam aksi demonstrasi.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah belum beroperasinya tambang tersebut berkaitan dengan evaluasi perusahaan, hasil kajian instansi terkait, atau keputusan operasional lainnya.
Hingga saat ini, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak PT EPAS mengenai alasan aktivitas pertambangan belum kembali berjalan, termasuk kepastian waktu operasional akan dilanjutkan.
























Tinggalkan Balasan