JAKARTA, Tandaglobal.news — Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo resmi menjalankan peran baru setelah Presiden Prabowo Subianto melantiknya sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Sebelum pelantikan, Listyo telah mengonfirmasi kepada wartawan bahwa dirinya akan menempati posisi tersebut.

Ia mengatakan penjelasan lebih lengkap mengenai jabatan barunya akan disampaikan setelah resmi dilantik.

“Saya akan dilantik menjadi KSP tapi nanti jelasnya setelah selesai dilantik,” ungkap Listyo.

Pelantikan tersebut sekaligus menandai berakhirnya masa tugas Listyo sebagai Kapolri yang telah dijalaninya sejak Januari 2021.

Pada hari yang sama, Prabowo juga melantik Komjen Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri baru untuk menggantikannya.

Perubahan tersebut membuat dua posisi strategis mengalami pergantian secara bersamaan.

Listyo berpindah dari pucuk kepemimpinan Polri ke lingkungan Istana, sedangkan Suyudi mengambil alih kendali institusi kepolisian.

Setelah pergantian kepemimpinan itu, Listyo menyampaikan pesan kepada Suyudi yang kini meneruskan kepemimpinan Polri.

Ia berharap program yang telah berjalan tetap dilanjutkan, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Harapannya tentunya terus melanjutkan program agar Polri selalu bisa memberikan pelayanan yang terbaik dan terus melayani masyarakat,” tuturnya.

Listyo juga menitipkan tanggung jawab besar kepada Suyudi sebagai Kapolri.

Menurutnya, kepemimpinan Polri harus tetap diarahkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami titipkan kepada beliau untuk menjaga amanah besar sebagai pimpinan Polri untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat,” tegas Listyo.

Dalam kesempatan tersebut, Listyo menyebut Suyudi sebagai sosok yang pekerja keras, kreatif, dan berintegritas.

Suyudi sebelumnya menjabat Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) sebelum ditunjuk menjadi Kapolri.

Listyo pertama kali dilantik sebagai Kapolri pada 27 Januari 2021 oleh Presiden Joko Widodo.

Ia menggantikan Jenderal Polisi Idham Azis yang memasuki masa pensiun dan kemudian memimpin Polri selama lebih dari lima tahun.

Kini, setelah meninggalkan kursi Kapolri, Listyo menggantikan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan.

Dudung sebelumnya mulai menjabat KSP pada April 2026 setelah menggantikan Muhammad Qodari.

Pengangkatan Listyo juga berlangsung bersamaan dengan pemberian tanda kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna oleh Presiden Prabowo sebagai bentuk penghargaan atas jasa dan pengabdiannya.

Bagi Listyo, perpindahan ke KSP bukan sekadar perubahan jabatan.

Setelah bertahun-tahun bekerja di garis depan institusi kepolisian, kini ia berada di lingkungan Istana dengan tanggung jawab yang berkaitan dengan koordinasi agenda pemerintahan Presiden Prabowo.

Listyo menyebut posisi barunya sebagai sebuah kehormatan sekaligus kesempatan untuk kembali memberikan pengabdian kepada bangsa.

“Itu kehormatan buat kita untuk bisa memberikan pengabdian yang terbaik buat bangsa,” jelasnya.

Sementara kursi Kapolri kini berada di tangan Suyudi.

Pengalaman Listyo selama memimpin Polri selanjutnya akan dibawa ke ruang kerja yang berbeda sebagai KSP.

Seberapa jauh pengalaman tersebut akan memberi warna dalam menjalankan fungsi KSP baru dapat terlihat dari kerja dan kebijakan yang dijalankannya ke depan.