
JAKARTA, Tandaglobal.news — Menjelang dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinannya tercatat 79,3 persen berdasarkan survei Indonesia Network Election Survey (INES). Namun, tingginya tingkat kepuasan tersebut belum sepenuhnya tercermin dalam penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi.
Direktur Eksekutif INES Andri Gunawan mengatakan survei dilakukan untuk membaca persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintahan Prabowo menjelang dua tahun masa pemerintahan.
“Secara umum, publik memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo, terutama pada aspek ketegasan, stabilitas politik, diplomasi, dan program-program pro-rakyat,” ujar Andri dalam keterangannya.
Selain tingkat kepuasan, survei mencatat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Prabowo mencapai 82,1 persen. Sebanyak 16,5 persen responden menyatakan kurang atau tidak percaya, sedangkan 1,4 persen tidak memberikan jawaban.
Penilaian positif juga terlihat pada sejumlah aspek pemerintahan. Sebanyak 78,3 persen responden menilai kondisi Indonesia berada dalam keadaan stabil dan baik.
Pada sektor diplomasi, sebanyak 80,3 persen responden menyatakan puas dan percaya terhadap strategi diplomasi Prabowo.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga memperoleh dukungan mayoritas responden. Sebanyak 78,2 persen menyatakan setuju agar program tersebut dilanjutkan, sedangkan 18,4 persen tidak setuju dan 3,4 persen tidak memberikan jawaban.
Di sisi lain, sektor ekonomi menjadi salah satu catatan utama dalam survei tersebut. Tingkat kepuasan terhadap kondisi ekonomi tercatat 50,8 persen.
Persoalan lapangan pekerjaan dan harga kebutuhan pokok menjadi keluhan yang cukup menonjol di tengah masyarakat.
Temuan tersebut menunjukkan bahwa angka kepuasan terhadap kepemimpinan secara umum perlu dibaca bersama penilaian berdasarkan sektor. Tingginya tingkat kepuasan tidak serta-merta menunjukkan seluruh aspek kinerja pemerintah memperoleh penilaian serupa.
Survei INES melibatkan 1.400 responden yang tersebar di 36 provinsi. Penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error sekitar ±2,48 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sejumlah pemberitaan mencantumkan periode survei 14–20 September 2026, sementara ANTARA menyebut survei dilakukan pada September 2026.
Dengan demikian, hasil survei tersebut menggambarkan dua sisi penilaian publik menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo. Kepercayaan dan kepuasan terhadap kepemimpinan berada pada level tinggi, sementara persoalan ekonomi, terutama pekerjaan dan harga kebutuhan pokok, masih menjadi perhatian responden.



















Tinggalkan Balasan