KEDIRI, Tandaglobal.news Rencana penerapan sistem parkir digital di Pasar Bandar, Kota Kediri, mendapat perhatian dari sejumlah pedagang. Mereka khawatir pengaturan akses menggunakan portal parkir justru membuat calon pembeli semakin enggan masuk ke area pasar yang saat ini dinilai masih sepi.

Salah satu pedagang, Hanafi, mengatakan sejak awal berjualan, pengaturan parkir di kawasan pasar sebelumnya hanya berlangsung hingga sekitar pukul 10.00–12.00 WIB.

Seiring adanya rencana penerapan sistem parkir digital, muncul kekhawatiran aturan tersebut dapat memengaruhi kenyamanan pembeli.

Menurutnya, keberadaan petugas maupun palang parkir bisa menjadi pertimbangan bagi pembeli yang hanya ingin mampir sebentar untuk membeli barang atau makanan secara takeaway.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi membuat calon pembeli memilih tempat lain yang aksesnya lebih mudah.

“Kalau orang cuma mau beli sebentar, kadang adanya palang parkir membuat mereka berpikir lagi untuk masuk. Bisa saja akhirnya memilih mencari tempat lain yang lebih mudah untuk berhenti,” ujar Hanafi, Jumat (11/9/2026).

Hanafi mengatakan pihak pasar sebelumnya sempat mengajukan rencana penggunaan parkir digital.

Menurutnya, ia sebagai pedagang dimsum tidak mempersoalkan sistem tersebut, namun sebagian pedagang lain memiliki pandangan berbeda karena mempertimbangkan kondisi pasar yang sedang sepi.

Ia mengusulkan agar pengelolaan parkir tidak harus menggunakan sistem portal.

Menurutnya, parkir dapat tetap dilakukan secara manual dengan petugas yang jelas, disertai pemberian karcis sebagai bukti pembayaran serta kejelasan tanggung jawab apabila terjadi kehilangan kendaraan maupun barang milik pengunjung.

Dari sisi petugas, penerapan parkir digital dinilai justru dapat mempermudah pekerjaan karena proses pembayaran dan pengaturan kendaraan menjadi lebih praktis serta tertib.

Salah satu petugas parkir di Pasar Bandar yang tidak berkenan disebutkan namanya mengatakan nominal tarif parkir melalui sistem digital maupun manual tidak memiliki perbedaan.

“Kalau dari sisi petugas, sistem digital sebenarnya lebih praktis dan tertib. Untuk tarifnya juga sama, tidak ada perbedaan antara digital dan manual,” jelasnya.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap sistem parkir juga beragam.

Sebagian pengunjung dapat mengikuti aturan dengan tertib, sementara sebagian lainnya masih kurang sabar ketika harus mengikuti mekanisme parkir yang diterapkan.

Di Pasar Bandar terdapat sekitar lima titik parkir, termasuk akses di bagian utara dan selatan.

Namun, rencana pengerjaan atau pemasangan sistem parkir digital sejauh ini baru berjalan di dua titik.

Petugas parkir sendiri bekerja berdasarkan jadwal shift.

Lokasi penugasan juga dapat berpindah sesuai arahan dari pihak kantor atau pengelola.

Sementara itu, pedagang lainnya, Yunus, menilai persoalan parkir tidak dapat dipisahkan dari kondisi jumlah pengunjung Pasar Bandar yang menurutnya telah mengalami penurunan cukup besar.

Ia menyebut, bahkan ketika sistem pengawasan dan parkir masih dilakukan secara manual, jumlah pengunjung disebut hanya tersisa sekitar 30–35 persen dibandingkan kondisi sebelumnya.

“Kalau sebelumnya saja pengunjung sudah turun drastis, jangan sampai dengan adanya portal atau aturan yang semakin ketat justru membuat orang semakin malas masuk ke pasar,” kata Yunus.

Yunus juga menyoroti akses jalan di dalam kawasan pasar yang sebelumnya banyak dilalui masyarakat.

Menurutnya, orang yang awalnya hanya melintas tidak jarang akhirnya berhenti dan membeli sesuatu dari pedagang.

Dengan adanya pembatasan akses, peluang tersebut dinilai ikut hilang.

Pedagang pun berharap pengelola tidak hanya mempertimbangkan aspek penataan dan target pendapatan parkir, tetapi juga melihat kondisi nyata perdagangan di dalam pasar.

“Yang kami harapkan bagaimana pasar ini bisa kembali ramai. Jangan sampai pengaturan akses justru membuat pembeli semakin sulit masuk. Kondisi pedagang juga perlu diperhatikan,” ujarnya.

Para pedagang berharap kebijakan parkir nantinya dapat mempertimbangkan kemudahan akses, kenyamanan pengunjung, serta kondisi perdagangan.

Menurut mereka, sistem parkir yang tertib tetap diperlukan, namun jangan sampai menjadi penghalang bagi masyarakat yang hendak berbelanja di Pasar Bandar.