Selain menjadi kegiatan untuk mengembangkan kreativitas, ecoprint juga memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kegiatan produktif.

Hasil karya dapat diterapkan pada kain dan kemudian diolah menjadi berbagai produk, termasuk pakaian. Dengan demikian, keterampilan yang diperoleh peserta dapat dipraktikkan kembali di rumah.

Panitia menilai hasil karya peserta berdasarkan beberapa aspek, yaitu kreativitas, kekompakan ibu dan anak, serta variasi hasil ecoprint.

Peserta juga didorong untuk mengeksplorasi berbagai bentuk dari bahan alam, tidak hanya menggunakan motif daun, tetapi juga dapat menghasilkan bentuk seperti bunga.

Muassisa berharap kegiatan tersebut dapat membuat anak semakin kreatif dalam melihat dan memanfaatkan lingkungan di sekitarnya.

Anak diharapkan mampu memahami bahwa bahan-bahan yang ada di alam tidak hanya memiliki fungsi sebagai bagian dari tumbuhan, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi sebuah karya.

“Harapannya, anak-anak semakin kreatif dan dapat melihat bahwa apa yang ada di lingkungan sekitar bisa dimanfaatkan menjadi sebuah karya,” pungkasnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyiapkan trofi dan piagam bagi peserta yang berhasil meraih penghargaan dalam festival tersebut.