Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya berfokus pada pendidikan agama dan akademik, tetapi juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan minat dan bakat.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan dari Kemenag. Selain fokus pada pendidikan agama dan akademik, madrasah juga mampu menampilkan parade drumband yang luar biasa,” ujar Subur.
Subur berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara rutin pada tahun-tahun berikutnya.
Ia menilai parade drumband menjadi sarana untuk mengapresiasi hobi sekaligus kemampuan siswa di bidang seni dan kegiatan nonakademik.
“Semoga kegiatan ini bisa rutin dilaksanakan. Ini menjadi bentuk apresiasi terhadap hobi dan kemampuan lain dari anak-anak kita yang ditunjukkan melalui parade drumband,” katanya.
Sebanyak 51 grup dari MI se-Kabupaten Kediri mengikuti parade dengan menampilkan kemampuan masing-masing.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi siswa untuk belajar bekerja sama, menjaga kekompakan, serta membangun kepercayaan diri di hadapan masyarakat.
Melalui Parade Drumband Madrasah Ibtidaiyah, Kementerian Agama Kabupaten Kediri berharap semakin banyak ruang bagi siswa madrasah untuk mengembangkan kreativitas dan potensi.
Kegiatan tersebut juga diharapkan dapat menjadi agenda berkelanjutan dalam mendukung pendidikan karakter dan pengembangan bakat siswa.




















Tinggalkan Balasan