
KEDIRI, Tandaglobal.news — Polres Kediri memastikan pengamanan kegiatan masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri. Hal itu terlihat saat ratusan pengemudi ojek online (ojol) menggelar doa bersama sekaligus menyampaikan aspirasi di kawasan Simpang Lima Gumul (SLG), Rabu (26/8/2026).
Pengamanan dilakukan sejak rombongan pengemudi yang tergabung dalam Garda Gabungan Aliansi Roda Dua Kediri Raya berkumpul di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kota Kediri hingga tiba di lokasi kegiatan.
Kapolres Kediri AKBP Dr. Muhammad Wahyudin Latif mengatakan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif.
“Agenda hari ini adalah agenda doa bersama demi keselamatan dan keamanan NKRI. Kita kawal kegiatan ini dari teman-teman Garda Gabungan Aliansi Roda Dua Kediri Raya,” kata Kapolres Kediri.
AKBP Wahyudin Latif mengatakan, sejak rombongan diberangkatkan dari titik kumpul di TMP Kota Kediri hingga kegiatan berlangsung di SLG, situasi tetap terkendali.
“Alhamdulillah dari mulai pemberangkatan tadi dengan titik kumpul di TMP Kota Kediri sampai dengan pelaksanaan kegiatan di SLG, kegiatan berjalan lancar, tertib, kondusif,” ujarnya.
Pengamanan juga dilakukan setelah kegiatan selesai. Kepolisian mengatur kepulangan peserta secara bertahap agar ratusan pengemudi tidak bergerak dalam waktu bersamaan yang berpotensi mengganggu arus lalu lintas.
“Teman-teman ojol pun juga pulang dalam keadaan yang aman, kondusif. Tadi sudah diatur untuk pulangnya juga tidak berbarengan, sehingga tidak mengganggu pengguna jalan yang lain,” jelasnya.
Pengamanan tersebut menjadi bagian dari kesiapsiagaan Polres Kediri dalam menghadapi berbagai aktivitas masyarakat pada akhir Agustus. Terlebih, sejumlah agenda juga digelar di wilayah kabupaten sekitar dalam waktu yang berdekatan.
Menjelang 30 Agustus, Polres Kediri menegaskan bahwa kepolisian tidak hanya melakukan persiapan khusus untuk satu momentum.
Kesiapsiagaan personel dilakukan secara berkelanjutan dengan mengikuti arahan pimpinan hingga diteruskan kepada seluruh jajaran, termasuk polsek.
“Ya, tentunya bukan cuma menjelang 30 Agustus. Tentunya kita akan selalu siap. Kita akan selalu mempedomani semua jukrah dari pimpinan atas dan kita juga turunkan kepada seluruh anak buah sampai dengan jajaran polsek,” terang Kapolres Kediri.
Untuk itu, personel Polres Kediri melakukan giat siap siaga pasukan selama 24 jam untuk mengantisipasi berbagai perkembangan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Kediri.
“Dan tentunya demi keamanan Kabupaten Kediri, kita senantiasa mensiapsiagakan anggota kita 24 jam,” ujarnya.
Kesiapsiagaan juga menjadi perhatian karena sejumlah kegiatan berlangsung di kabupaten-kabupaten tetangga, termasuk persiapan muktamar dan agenda masyarakat lainnya.
Kondisi tersebut membuat kepolisian perlu menjaga kesiapan personel sekaligus memantau perkembangan situasi secara berkelanjutan.
Di tengah kondisi tersebut, Kapolres Kediri AKBP Wahyudin Latif juga mengajak masyarakat ikut mengambil bagian dalam menjaga keamanan melalui penguatan Sabuk Kamtibmas.
Langkah tersebut dinilai penting agar upaya menjaga kondusivitas tidak hanya bertumpu pada aparat kepolisian.
“Apalagi sekarang banyak kegiatan-kegiatan di kabupaten-kabupaten tetangga, persiapan muktamar dan juga kegiatan-kegiatan yang lain. Sehingga kita di sini selain mempersiapkan anggota, kita juga senantiasa menghimbau seluruh warga masyarakat untuk mensiapsiagakan Sabuk Kamtibmas,” jelasnya.



















Tinggalkan Balasan