Kondisi tersebut juga berdampak pada meningkatnya pengeluaran peternak.

Kebutuhan pakan yang harus dipenuhi setiap hari membuat biaya operasional ikut bertambah, terutama bagi peternak yang harus membeli tebon secara rutin dari pemasok.

Selain itu, peternak semakin bergantung pada pedagang atau pemasok pakan yang mendatangkan tebon dari daerah lain.

Pasokan tersebut berasal dari wilayah yang masih memiliki tanaman jagung dan akses air lebih baik.

Menurut para peternak, kondisi ini menjadi tantangan yang hampir selalu muncul ketika musim kemarau berlangsung cukup panjang.

Mereka berharap ketersediaan pakan hijauan kembali membaik ketika musim hujan tiba.

Situasi tersebut juga menunjukkan pentingnya persiapan cadangan pakan bagi peternak.

Pengolahan pakan awetan, seperti silase, maupun penyimpanan hijauan dapat menjadi salah satu alternatif untuk menjaga ketersediaan pakan saat rumput dan tanaman hijau sulit ditemukan.

Bagi peternak di Dusun Dorok, mendapatkan tebon hijau saat musim kemarau kini bukan sekadar soal membeli pakan.

Mereka juga harus bersabar menunggu pasokan datang demi memastikan kebutuhan ternak tetap terpenuhi.