

KEDIRI, Tandaglobal.news — Musim kemarau menjadi momentum yang menguntungkan bagi Farid, petani selada hidroponik di Dusun Kwagean, Desa Krenceng, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Intensitas sinar matahari yang lebih maksimal membuat pertumbuhan selada hidroponik cenderung lebih cepat dan proses perawatannya menjadi lebih mudah.
Farid mengatakan kondisi cuaca pada musim kemarau cukup mendukung budidaya hidroponik.
Tanaman mendapatkan paparan sinar matahari yang lebih optimal sehingga pertumbuhannya dapat berlangsung dengan baik.
Kondisi tersebut berbeda ketika musim penghujan datang karena intensitas cahaya matahari cenderung berkurang.
“Kalau musim kemarau pertumbuhannya lebih cepat karena matahari lebih maksimal. Perawatannya juga lebih mudah dibandingkan saat musim hujan,” ujar Farid, Senin (10/8/2026).
Menurut Farid, meski membutuhkan sinar matahari penuh, tanaman hidroponik tetap memerlukan pengawasan terhadap suhu.
Cuaca yang terlalu panas dapat membuat tanaman mengalami stres dan memengaruhi kualitas selada, termasuk menyebabkan rasa menjadi pahit.
Karena itu, Farid secara rutin menjaga kondisi nutrisi yang digunakan dalam budidaya. Ia memperhatikan kadar PPM air, tingkat keasaman atau pH, serta suhu nutrisi agar tanaman tetap tumbuh secara optimal selama musim kemarau.
Selain faktor cuaca, sistem hidroponik memberikan kemudahan dalam perawatan karena tanaman tidak terganggu oleh gulma.
Kondisi tersebut membuat Farid dapat lebih fokus menjaga kebutuhan air dan nutrisi tanaman hingga memasuki masa panen.
Selada menjadi tanaman utama yang dibudidayakan Farid. Selain itu, ia juga menanam pakcoy dan seledri dengan sistem hidroponik.
Selada dan pakcoy membutuhkan waktu sekitar 40 hari sejak masa tanam hingga siap dipanen.




















Tinggalkan Balasan