Dalam proses persiapan, dukungan wali murid juga menjadi bagian penting.

Bahkan, sejumlah orang tua rela mencari dan menyewa pakaian adat hingga ke luar daerah, termasuk Tulungagung dan Kediri, demi mendapatkan kostum yang sesuai dengan konsep.

Anatiara menilai keberhasilan meraih juara pertama bukan hanya hasil kerja guru, tetapi merupakan buah dari kebersamaan seluruh pihak.

Kebanggaan serupa disampaikan sejumlah wali murid.

Mereka mengaku senang dan bangga melihat putra-putrinya mampu mengikuti kegiatan dengan penuh semangat hingga berhasil membawa pulang gelar juara.

Menurut mereka, kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak.

Bukan hanya karena mendapatkan penghargaan, tetapi juga karena anak belajar tampil percaya diri, mandiri, bekerja sama, serta mengenal keberagaman budaya dan nilai keagamaan sejak usia dini.

Ke depan, pihak sekolah berharap TK Kusuma Mulia 1 Asmorobangun semakin maju dan terus menjadi lembaga pendidikan anak usia dini yang dipercaya serta dirindukan masyarakat.

Para guru juga diharapkan terus berinovasi dan amanah dalam menjaga kepercayaan orang tua serta masyarakat.

Sementara bagi para siswa, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari kenangan indah selama masa TK.

“Harapan kami, anak-anak mendapatkan fondasi pendidikan yang kuat di masa golden age. Semoga mereka memiliki kenangan masa TK yang menyenangkan, tumbuh menjadi anak yang mandiri, berakhlak mulia, dan siap meraih cita-cita di masa depan,” pungkas Anatiara.

Prestasi Juara 1 Karnaval TK/RA PHBN Kecamatan Puncu tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas, kerja sama, dan dukungan antara sekolah dengan wali murid mampu menghadirkan karya yang membanggakan, sekaligus memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi anak-anak.