


KEDIRI, Tandaglobal.news — TK Kusuma Mulia 1 Asmorobangun berhasil meraih Juara 1 Lomba Karnaval TK/RA PHBN Kecamatan Puncu yang digelar pada Rabu, 12 Agustus 2026.
Prestasi itu menjadi kebanggaan bagi sekolah, guru, siswa, dan para wali murid yang turut memberikan dukungan penuh selama persiapan.
Kepala TK Kusuma Mulia 1 Asmorobangun, Anatiara, S.Pd., mengatakan persiapan mengikuti karnaval dilakukan secara intensif selama sekitar 10 hari, dimulai sejak H-12 sebelum pelaksanaan.
Informasi mengenai lomba diperoleh setelah pihak sekolah mengikuti rapat IGTK Kecamatan Puncu.
Konsep karnaval digagas bersama oleh enam guru dengan mengutamakan kreativitas dan inovasi.
Tema yang dipilih juga diupayakan berbeda dari konsep yang pernah ditampilkan dalam dua tahun sebelumnya.
“Kami berusaha membuat konsep yang inovatif dan tidak mengulang tema dua tahun sebelumnya. Persiapannya memang cukup singkat, tetapi semua guru, wali murid, dan keluarga guru saling mendukung,” ujar Anatiara, Jumat (14/8/2026).
Dalam pelaksanaannya, seluruh peserta merupakan siswa TK Kusuma Mulia 1 Asmorobangun.
Anak-anak juga dilatih untuk mandiri selama mengikuti rute karnaval tanpa didampingi orang tua.
Wali murid bertugas mengantar anak di titik start dan menjemputnya kembali di titik finish. Dukungan datang dari berbagai pihak.
Enam guru menjadi tim utama dalam persiapan, sedangkan para suami guru membantu kebutuhan teknis.
Para wali murid juga aktif menyiapkan berbagai perlengkapan serta kerajinan tangan dari rumah.
Salah satu tantangan yang dihadapi ialah menyesuaikan berat dan ukuran properti dengan kondisi fisik anak-anak.
Setiap perlengkapan harus tetap menarik secara visual, tetapi tidak boleh mengganggu kenyamanan dan keamanan peserta.
Konsep karnaval kemudian dikemas dalam berbagai tema budaya, keagamaan, keberagaman Nusantara, hingga pengenalan profesi.
Nuansa budaya Betawi ditampilkan melalui pasangan ondel-ondel, pengantin Betawi, penari, tim pencak silat, serta simbol roti buaya.
Untuk menggerakkan kostum ondel-ondel, pihak sekolah melibatkan suami guru.
Sementara karena roti buaya cukup sulit diperoleh di sekitar lokasi, sekolah menyiasatinya dengan menggunakan boneka buaya sebagai properti cosplay yang lebih ringan dan mudah dibawa anak.
Tidak hanya budaya Betawi, sekolah juga menghadirkan konsep Wali Songo.
Sebanyak sembilan siswa tampil sebagai sembilan wali dengan mengenakan jubah, udeng, dan jenggot serta membawa tongkat dan tasbih pusaka berukuran jumbo yang dibuat menggunakan bola dan tali.
Konsep tersebut sekaligus menjadi sarana pengenalan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak sesuai dengan identitas TK Kusuma Mulia 1 Asmorobangun sebagai lembaga pendidikan Islam.
“Selain budaya, kami juga ingin mengenalkan nilai keagamaan kepada anak sejak dini. Karena kami TK Islam, konsep Wali Songo menjadi salah satu bagian yang kami tampilkan,” jelasnya.
Keberagaman Nusantara turut ditampilkan melalui pakaian adat dari berbagai daerah, seperti Bali, Minang, Batak, Bugis, dan daerah lainnya.
Sementara dalam tema profesi, anak-anak dan guru tampil sebagai pramugari, pilot, masinis, TNI, hingga polisi sebagai bentuk pengenalan berbagai cita-cita kepada peserta didik.
Budaya Madura juga menjadi bagian dari penampilan melalui kesenian karapan sapi dan sosok penjual sate lengkap dengan gerobak atau pikulan serta properti sate berukuran jumbo.
Dalam proses persiapan, dukungan wali murid juga menjadi bagian penting.
Bahkan, sejumlah orang tua rela mencari dan menyewa pakaian adat hingga ke luar daerah, termasuk Tulungagung dan Kediri, demi mendapatkan kostum yang sesuai dengan konsep.
Anatiara menilai keberhasilan meraih juara pertama bukan hanya hasil kerja guru, tetapi merupakan buah dari kebersamaan seluruh pihak.
Kebanggaan serupa disampaikan sejumlah wali murid.
Mereka mengaku senang dan bangga melihat putra-putrinya mampu mengikuti kegiatan dengan penuh semangat hingga berhasil membawa pulang gelar juara.
Menurut mereka, kemenangan tersebut menjadi pengalaman berharga bagi anak-anak.
Bukan hanya karena mendapatkan penghargaan, tetapi juga karena anak belajar tampil percaya diri, mandiri, bekerja sama, serta mengenal keberagaman budaya dan nilai keagamaan sejak usia dini.
Ke depan, pihak sekolah berharap TK Kusuma Mulia 1 Asmorobangun semakin maju dan terus menjadi lembaga pendidikan anak usia dini yang dipercaya serta dirindukan masyarakat.
Para guru juga diharapkan terus berinovasi dan amanah dalam menjaga kepercayaan orang tua serta masyarakat.
Sementara bagi para siswa, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bagian dari kenangan indah selama masa TK.
“Harapan kami, anak-anak mendapatkan fondasi pendidikan yang kuat di masa golden age. Semoga mereka memiliki kenangan masa TK yang menyenangkan, tumbuh menjadi anak yang mandiri, berakhlak mulia, dan siap meraih cita-cita di masa depan,” pungkas Anatiara.
Prestasi Juara 1 Karnaval TK/RA PHBN Kecamatan Puncu tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa kreativitas, kerja sama, dan dukungan antara sekolah dengan wali murid mampu menghadirkan karya yang membanggakan, sekaligus memberikan pengalaman pendidikan yang bermakna bagi anak-anak.




















Tinggalkan Balasan