Di sisi lain, Pemkab Kediri juga tengah memetakan berbagai potensi unggulan daerah sebagai bagian dari persiapan menghadapi rencana Bandara Dhoho Kediri melayani embarkasi haji mulai 2027.

Karena itu, pengembangan produk pertanian dan peningkatan nilai tambah dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat potensi ekonomi daerah.

“Pada prinsipnya kami siap menjalin kerja sama dengan Departemen Teknologi Industri Pertanian,” ungkap Mas Dhito.

Sementara itu, perwakilan delegasi UGM Prof. Adi Djoko Guritno mengatakan, terdapat sejumlah skema yang dapat dikembangkan melalui kerja sama tersebut.

Di antaranya pendampingan serta kegiatan pengabdian masyarakat dengan melibatkan mahasiswa dan dosen untuk turun langsung ke lapangan.

Melalui skema tersebut, perguruan tinggi dapat membantu proses transfer teknologi sekaligus memberikan pendampingan kepada pelaku sektor pertanian di Kabupaten Kediri.

Menurutnya, saat ini telah tersedia berbagai teknologi yang dapat digunakan untuk memperpanjang daya simpan bahan baku hasil pertanian.

Bahkan, terdapat teknologi dan rekayasa tertentu yang memungkinkan sejumlah komoditas diproduksi di luar musim.

Ia berharap penjajakan tersebut dapat dilanjutkan ke tahap yang lebih konkret hingga menghasilkan perjanjian kerja sama antara Pemkab Kediri dan UGM.

“Ini menarik, kami berharap nanti kita bisa saling memahami dan mulai mengkristal di mana titik-titik kita bisa kerja sama,” ucapnya.