
KEDIRI, Tandaglobal.news — Menjelang musim tanam cabai, sejumlah petani di Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, mulai mempersiapkan tempat pembibitan. Salah satunya dengan membuat atau memperbaiki rumah semai yang oleh petani setempat dikenal sebagai “tampakan”.
Persiapan tersebut dilakukan untuk memastikan benih cabai dapat tumbuh dengan baik sebelum dipindahkan ke lahan.
Rumah semai berfungsi melindungi bibit muda dari hujan deras, angin, serta paparan sinar matahari secara langsung.
Petani asal Puncu, Katiman, mengatakan pembuatan tampakan menjadi kegiatan yang biasa dilakukan setiap menjelang musim tanam.
Jika rangka yang digunakan pada musim sebelumnya masih dalam kondisi baik, petani tidak selalu membuat baru, melainkan cukup memperbaiki bagian yang rusak.
“Setiap mau musim tanam kami biasanya membuat tampakan untuk tempat memproses benih. Kalau rangkanya masih bagus, biasanya cukup diperbaiki sebagian dan digunakan lagi,” ujar Katiman, Senin (10/8/2026).
Dalam pembuatannya, rumah semai dilengkapi plastik bening sebagai pelindung.
Pengaturan sirkulasi udara dan naungan juga diperhatikan agar kondisi di dalam tempat pembibitan tetap sesuai untuk pertumbuhan bibit.
Petani juga dapat memasang jaring atau pembatas di sekitar rumah semai untuk mengurangi risiko serangan serangga dan hama terhadap tanaman yang masih muda.
Perawatan sejak tahap pembibitan dinilai penting karena kondisi bibit akan berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman setelah dipindahkan ke lahan.
Penggunaan material untuk membuat rangka rumah semai juga mulai mengalami perubahan.
Jika sebelumnya petani di wilayah pelosok banyak memanfaatkan bambu, kini sebagian mulai menggunakan pipa paralon sebagai tiang rangka.
Salah seorang warga mengatakan penggunaan paralon dipilih karena dinilai lebih awet dibandingkan bambu.
Bambu yang digunakan sebagai rangka terkadang cepat rapuh dan rentan rusak akibat serangan rayap.
“Biasanya orang-orang di pelosok memakai bambu untuk rangkanya. Sekarang ada yang memilih paralon karena lebih tahan lama, sedangkan bambu sering rapuh dan bisa dimakan rayap,” ungkapnya.
Dengan persiapan rumah semai yang dilakukan lebih awal, petani berharap proses pembibitan cabai dapat berjalan optimal.
Bibit yang telah cukup kuat nantinya akan dipindahkan ke lahan untuk memasuki masa tanam.




















Tinggalkan Balasan