Kerinci, Tandaglobal.news — Kawasan Kayu Aro di Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, memiliki sejarah panjang dalam perkembangan industri perkebunan di Indonesia. Sebelum dikenal sebagai salah satu sentra teh terbesar dan tertua di Tanah Air, kawasan di kaki Gunung Kerinci ini sempat menjadi lokasi budidaya kopi pada masa awal pembukaannya oleh pemerintah kolonial Belanda.

NV HVA (Namlodse Vennootschap Handelsvereeniging Amsterdam) mulai membuka lahan perkebunan di Kayu Aro sekitar tahun 1920 dengan mengubah kawasan hutan menjadi areal perkebunan komersial.

Penanaman perdana dilakukan pada 1923. Pada tahap awal, lahan tersebut ditanami kopi sebagai komoditas utama yang diharapkan mampu memberikan hasil ekonomi bagi perusahaan.

Namun, budidaya kopi dinilai kurang memberikan keuntungan sesuai harapan. Kondisi tersebut mendorong perusahaan mengalihkan sebagian besar areal perkebunan menjadi tanaman teh yang dianggap lebih cocok dengan kondisi dataran tinggi Kerinci.

Pada 1925, perusahaan membangun pabrik pengolahan teh. Sejak saat itu, Kayu Aro berkembang menjadi salah satu pusat produksi teh hitam ortodoks berkualitas ekspor yang hingga kini masih dikenal luas.

Meski masa penanaman kopi berlangsung relatif singkat, fase tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan kawasan perkebunan Kayu Aro.

Hingga saat ini belum ditemukan arsip resmi yang menunjukkan keberadaan pabrik kopi kolonial berskala besar bernama Pabrik Kopi Kayu Aro.

Dokumen sejarah yang tersedia justru mencatat keberadaan pabrik pengolahan teh yang berkembang dari kawasan perkebunan yang pada awal pembukaannya pernah ditanami kopi.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa transformasi komoditas dari kopi ke teh menjadi salah satu faktor penting yang membentuk identitas Kayu Aro sebagai kawasan perkebunan bersejarah di Indonesia.

Kini, Kayu Aro tidak hanya dikenal sebagai salah satu kebun teh tertua di Indonesia, tetapi juga menjadi saksi perubahan arah industri perkebunan sejak masa kolonial yang jejak sejarahnya masih dapat ditelusuri hingga sekarang.