Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meminta seluruh kelompok tani memanfaatkan bantuan tersebut secara maksimal serta merawatnya agar memiliki umur pakai yang panjang.

Ia menegaskan sektor pertanian masih menjadi penyumbang utama perekonomian Kabupaten Kediri sehingga pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan.

“Hari ini daerah yang kuat adalah daerah yang memiliki ketahanan pangan yang kuat. Karena itu bantuan ini harus dimanfaatkan, dirawat, dan digunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan produktivitas,” tegas Mas Dhito.

Mas Dhito juga memastikan penyaluran bantuan alsintan tidak berhenti pada tahun ini.

Sepanjang 2026, Pemerintah Kabupaten Kediri telah menyalurkan lebih dari 800 unit alsintan melalui beberapa tahap dan akan terus dilanjutkan sesuai kebutuhan petani.

Selain meningkatkan produktivitas, Pemkab Kediri juga mendorong perlindungan sosial bagi para petani.

Pada kesempatan itu, Mas Dhito meminta seluruh kelompok tani dan Gapoktan ikut mendaftarkan anggotanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan agar memiliki jaminan saat mengalami risiko kerja.

Sementara itu, Ketua Poktan Tani Makmur Desa Petok, Kecamatan Mojo, Haji Muhammad Asrofi, mengaku bersyukur kelompoknya menerima bantuan mesin tanam padi (rice transplanter).

Menurutnya, alat tersebut sangat membantu mengatasi keterbatasan tenaga tanam sekaligus mempercepat proses penanaman.

“Alhamdulillah bantuan ini sangat bermanfaat. Harapan kami ke depan pemerintah juga bisa membantu menjaga stabilitas harga hasil panen sehingga petani mendapatkan keuntungan yang lebih baik,” ungkapnya.

Dengan dukungan alsintan, pembangunan infrastruktur irigasi, serta perlindungan bagi petani, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap produktivitas pertanian terus meningkat dan kesejahteraan petani semakin terwujud di tengah tantangan perubahan iklim dan musim kemarau yang berkepanjangan.