Kediri, Tandaglobal.news Situs bersejarah berupa titian atau kereta yang diyakini sebagai peninggalan Bupati pertama Kediri di Desa Kandat, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, diduga menjadi korban aksi vandalisme. Benda peninggalan sejarah yang selama ini dijaga masyarakat itu ditemukan dalam kondisi dicorat-coret dan dicat menggunakan berbagai warna pada Jumat (31/7/2026) pagi.

Kasun Kartosari Darmawan mengatakan, aksi tersebut pertama kali diketahui setelah pemerintah desa menerima laporan dari warga.

Menindaklanjuti laporan itu, perangkat desa langsung mendatangi lokasi untuk memastikan kondisi situs.

Menurutnya, kereta yang sebelumnya mempertahankan warna asli kayu telah dicat menggunakan warna putih yang dipadukan dengan cokelat dan hijau.

Selain itu, terdapat sejumlah gambar yang tidak jelas pada bagian badan titian.

“Awalnya kami mendapat laporan dari warga bahwa terjadi aksi vandalisme di situs peninggalan Desa Kandat ini. Saat kami cek ke lokasi, kereta yang sebelumnya berwarna asli kayu sudah dicat putih, dipadukan warna cokelat dan hijau. Kami baru mengetahui kejadian ini pagi tadi,” ujarnya.

Hingga kini identitas pelaku masih belum diketahui.

Polres Kediri masih melakukan penyelidikan dengan memeriksa sejumlah saksi, menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri.

Saat melakukan olah tempat kejadian perkara, petugas juga menemukan sejumlah barang di sekitar lokasi, di antaranya buah pepaya, telur, jeruk, sebatang rokok, dan dedaunan.

Seluruh temuan tersebut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Menurut Darmawan, situs tersebut berdiri di atas lahan wakaf dan selama ini dirawat secara gotong royong oleh warga bersama ketua RT.

Area situs juga telah dipagari dan dalam kondisi terkunci sehingga kejadian tersebut cukup mengejutkan masyarakat.

Ia menilai kecil kemungkinan pelaku merupakan warga sekitar karena selama ini masyarakat setempat memahami nilai sejarah situs tersebut dan ikut menjaganya.

“Warga sini tahu sejarah kereta ini dan selalu menjaganya. Rasanya kecil kemungkinan pelakunya berasal dari warga sekitar,” katanya.

Darmawan menambahkan, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan terkait langkah restorasi agar kondisi kereta dapat dikembalikan seperti semula tanpa menghilangkan nilai sejarah yang dimilikinya.

Sementara itu, Kasun Kandat Samuji menjelaskan, kereta tersebut lebih dikenal masyarakat sebagai Titian Mbah Glinding.

Berdasarkan cerita turun-temurun, titian itu merupakan kendaraan yang digunakan oleh Bupati pertama Kediri pada masa pemerintahan yang masih berkaitan dengan era Pangeran Diponegoro.

Menurutnya, kendaraan tersebut dahulu ditarik menggunakan kerbau putih dan dimanfaatkan sebagai sarana transportasi.

Awalnya kereta berada di lokasi lain sebelum akhirnya dipindahkan ke lokasi saat ini dan tetap dipertahankan sebagai salah satu peninggalan sejarah desa.

“Ini peninggalan yang sangat berharga bagi Desa Kandat. Dulu sempat akan diminta untuk dipindahkan ke cagar budaya, tetapi dipertahankan agar tetap berada di desa ini,” jelas Samuji.

Ia mengatakan, aksi vandalisme seperti ini baru pertama kali terjadi.

Karena itu, pemerintah desa berharap pelaku segera terungkap agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

Selain memiliki nilai sejarah, situs Titian Mbah Glinding juga kerap didatangi peziarah dari berbagai daerah.

Warga mengaku sesekali menemukan pengunjung yang datang membawa dupa maupun sesaji sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh yang diyakini berkaitan dengan sejarah berdirinya Desa Kandat.

Hingga berita ini ditulis, polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku vandalisme sekaligus mengumpulkan barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian.