Selain persiapan fisik, para calon Paskibraka juga mendapatkan pembekalan materi dan pengarahan langsung dari jajaran Forkopimda Kota Kediri.

Antara lain dari Polres Kediri Kota, Pj. Sekretaris Daerah hingga Ketua DPRD Kota Kediri yang berbagi pengalaman dan memberikan pembekalan karakter serta kiat meraih cita-cita kepada calon Paskibraka.

Adapun untuk seleksi dan penjaringan Paskibraka tahun ini, Samsul menjelaskan seluruh proses berpedoman penuh pada aturan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat yang berlaku secara nasional.

Dengan tahapan seleksi meliputi seleksi administrasi, Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP) dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), pemeriksaan kesehatan, parade Peraturan Baris Berbaris (PBB), tes kesamaptaan jasmani, hingga seleksi kepribadian melalui wawancara.

“Seluruh proses menggunakan aplikasi bernama Transparansi Paskibraka.

Mulai pendaftaran awal, pengunggahan berkas, hingga pengumuman nilai tercantum secara transparan di aplikasi tersebut,” tuturnya.

Dengan tim seleksi yang terdiri dari gabungan unsur seperti Kodim 0809, Brigif 16 Wira Yudha, Dinas Kesehatan, Disbudparpora, Bakesbangpol, serta Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Kediri.

Tahun ini tercatat lebih dari 400 siswa dari jenjang SMA/MA di Kota Kediri mengikuti proses seleksi.

Setelah melalui tahapan seleksi dengan sistem gugur, terpilih 72 peserta yang terdiri dari 36 putra dan 36 putri.

Dari jumlah tersebut, 70 peserta akan bertugas sebagai Paskibraka Kota Kediri, sementara dua peserta terbaik dipercaya mewakili Kota Kediri pada seleksi dan penugasan Paskibraka tingkat Provinsi Jawa Timur.