Sementara itu, layanan evakuasi masih didominasi penanganan sarang tawon yang mencapai 611 kasus atau sekitar 65,91 persen dari seluruh kegiatan evakuasi.

Penanganan ular berada di urutan kedua dengan 201 kasus, sedangkan pelepasan cincin tercatat sebanyak 47 kasus.

Meningkatnya jumlah kebakaran pada musim kemarau menjadi perhatian serius karena kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim curah hujan membuat vegetasi, lahan kosong, maupun material yang mudah terbakar menjadi lebih rentan memicu api.

Dalam kondisi tersebut, kebakaran dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera ditangani.

Petugas mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan peralatan listrik di rumah maupun tempat usaha.

Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, penggunaan peralatan yang sesuai standar, serta menghindari penumpukan beban listrik pada satu jalur menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko korsleting.

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran sampah, rumput kering, maupun sisa hasil panen secara sembarangan.

Aktivitas pembakaran terbuka berpotensi memicu kebakaran yang meluas, terutama ketika disertai embusan angin kencang dan kondisi lahan yang kering.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio, mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pada musim kemarau.

Ia menekankan pentingnya memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, serta segera melaporkan apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat yang membutuhkan penanganan petugas.

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Pastikan instalasi listrik aman, hindari pembakaran terbuka yang berpotensi memicu kebakaran, dan segera laporkan kepada petugas apabila terjadi keadaan darurat agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” ujar Kaleb Untung Satrio.