Ia menilai sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang yang membentuk karakter, nilai kehidupan, dan persahabatan yang terus melekat hingga para alumninya berkiprah di berbagai profesi.
“Hubungan seorang alumni dengan almamater tidak berhenti ketika menerima ijazah. Justru, semakin matang perjalanan hidup seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moralnya untuk kembali memberi arti bagi tempat yang pernah membentuk dirinya,” ungkapnya.
Wali Kota juga mengaku bangga melihat banyak lulusan SMP Negeri 1 Kediri yang kini berkiprah di berbagai bidang.
Ada yang dipercaya memimpin daerah, mengemban amanah di kementerian, menjadi guru besar, memimpin perusahaan nasional, hingga mengabdikan diri di berbagai sektor yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut akan semakin bermakna apabila disertai kepedulian untuk kembali membangun almamater dan daerah asal.
Semangat itulah yang dinilai tercermin dalam penyelenggaraan Reuni Emas Palasari ’76 melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Hari ini, saya melihat semangat itu tumbuh dengan sangat kuat di keluarga besar Palasari ’76,” tuturnya.
Selain Gerakan Pangan Murah, rangkaian Reuni Emas Palasari ’76 juga diisi dengan seremoni pembukaan, silaturahmi lintas angkatan, serta pertemuan para alumni yang telah meniti karier di berbagai bidang.
Kehadiran mantan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini bersama para tokoh lainnya turut menambah makna peringatan lima dekade perjalanan Palasari ’76 sebagai komunitas alumni yang tidak hanya menjaga tali persaudaraan, tetapi juga terus berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat.




















Tinggalkan Balasan