


Tandaglobal.news | Kediri — Reuni emas umumnya menjadi ajang temu kangen dan mengenang masa sekolah. Namun, Paguyuban Alumni SMP Negeri 1 Kediri Palasari ’76 memilih menghadirkan makna berbeda dalam peringatan 50 tahun kebersamaannya. Sebelum menggelar rangkaian reuni pada Sabtu (25/7/2026), para alumni lebih dahulu menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah sebagai bentuk bakti almamater sekaligus kepedulian kepada masyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMP Negeri 1 Kediri tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Acara juga dihadiri mantan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini, alumni lintas angkatan, serta sejumlah tokoh dari berbagai bidang yang turut memeriahkan peringatan Reuni Emas Palasari ’76.
Gerakan Pangan Murah dipilih bukan sekadar menjadi pembuka rangkaian reuni.
Melalui kegiatan itu, para alumni ingin menghadirkan manfaat nyata dengan menyediakan kebutuhan pokok berharga terjangkau bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di Kota Kediri.
Inisiatif tersebut juga selaras dengan program pengendalian inflasi yang selama ini dijalankan Pemerintah Kota Kediri melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah di berbagai wilayah.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya bersama pemerintah dengan Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, ID FOOD, serta berbagai mitra pangan dalam menjaga keterjangkauan harga kebutuhan pokok dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat.
Saat membuka kegiatan, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati mengapresiasi langkah keluarga besar Palasari ’76 yang memilih mengawali reuni emas dengan aksi sosial daripada sekadar menggelar perayaan seremonial.
“Atas nama Pemerintah Kota Kediri, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada keluarga besar Palasari ’76 yang telah menghadirkan sebuah kegiatan yang menurut saya memiliki makna yang sangat indah. Hari ini, kita memang berkumpul dalam rangka reuni emas. Tetapi yang membuatnya istimewa adalah cara Bapak-Ibu memaknainya,” ujar Vinanda.
Menurut Vinanda, keputusan para alumni untuk berbagi manfaat kepada masyarakat menunjukkan bahwa hubungan dengan almamater tidak berhenti setelah seseorang menyelesaikan pendidikan.
Pengalaman dan keberhasilan yang diraih dalam perjalanan hidup justru menjadi bekal untuk kembali memberikan kontribusi kepada lingkungan yang pernah membentuk karakter mereka.
Ia menilai sekolah bukan hanya tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang yang membentuk karakter, nilai kehidupan, dan persahabatan yang terus melekat hingga para alumninya berkiprah di berbagai profesi.
“Hubungan seorang alumni dengan almamater tidak berhenti ketika menerima ijazah. Justru, semakin matang perjalanan hidup seseorang, semakin besar pula tanggung jawab moralnya untuk kembali memberi arti bagi tempat yang pernah membentuk dirinya,” ungkapnya.
Wali Kota juga mengaku bangga melihat banyak lulusan SMP Negeri 1 Kediri yang kini berkiprah di berbagai bidang.
Ada yang dipercaya memimpin daerah, mengemban amanah di kementerian, menjadi guru besar, memimpin perusahaan nasional, hingga mengabdikan diri di berbagai sektor yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan tersebut akan semakin bermakna apabila disertai kepedulian untuk kembali membangun almamater dan daerah asal.
Semangat itulah yang dinilai tercermin dalam penyelenggaraan Reuni Emas Palasari ’76 melalui berbagai kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.
“Hari ini, saya melihat semangat itu tumbuh dengan sangat kuat di keluarga besar Palasari ’76,” tuturnya.
Selain Gerakan Pangan Murah, rangkaian Reuni Emas Palasari ’76 juga diisi dengan seremoni pembukaan, silaturahmi lintas angkatan, serta pertemuan para alumni yang telah meniti karier di berbagai bidang.
Kehadiran mantan Menteri Sosial RI Tri Rismaharini bersama para tokoh lainnya turut menambah makna peringatan lima dekade perjalanan Palasari ’76 sebagai komunitas alumni yang tidak hanya menjaga tali persaudaraan, tetapi juga terus berupaya memberikan kontribusi bagi masyarakat.




















Tinggalkan Balasan