Konsep tersebut menjadi pembeda Sekolah Saka dibandingkan sekolah formal pada umumnya. Dari sisi legalitas, sekolah ini berada di bawah naungan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).
Menurut Dewi, model tersebut memberikan keleluasaan dalam menyusun kurikulum yang lebih menyesuaikan kebutuhan dan perkembangan setiap anak.
Namun demikian, status sebagai lembaga pendidikan nonformal masih menjadi tantangan tersendiri.
Ia menilai masih banyak masyarakat yang memandang sebelah mata lulusan PKBM karena menganggap ijazah yang diterbitkan berbeda dengan sekolah formal.
Padahal, menurut Dewi, kualitas lulusan justru menjadi bukti bahwa sistem pendidikan yang diterapkan mampu menghasilkan peserta didik yang kompetitif.
Sejumlah alumni Sekolah Saka telah berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, bahkan memperoleh kesempatan belajar di luar negeri melalui program beasiswa.
“Yang penting itu kualitas dan kompetensi anak. Faktanya, ada lulusan kami yang mendapat beasiswa ke luar negeri dan ada juga yang lolos ke perguruan tinggi negeri melalui jalur seleksi nasional,” tuturnya.
Di tengah semakin banyaknya sekolah baru yang bermunculan, Dewi mengaku tidak melihat kondisi tersebut sebagai bentuk persaingan.
Menurutnya, setiap sekolah memiliki segmen masing-masing, sementara Sekolah Saka hadir bagi keluarga yang menginginkan pendidikan berbasis pengembangan karakter, kecakapan hidup, dan bakat anak.
Saat ini sekitar 80 siswa dari berbagai jenjang pendidikan menempuh proses belajar di Sekolah Saka.
Sebagian besar bergabung melalui rekomendasi keluarga maupun kerabat yang telah mengenal konsep pendidikan yang diterapkan sekolah tersebut.
Menutup perbincangan, Dewi berharap kebijakan pendidikan di Indonesia tetap berorientasi pada tujuan utamanya, yakni mempersiapkan generasi muda agar siap menghadapi kehidupan di masa depan.
“Pesan saya sederhana, pendidikan jangan kehilangan fokus. Tujuan pendidikan adalah mempersiapkan anak-anak menghadapi masa depannya. Fokus saja ke situ,” pungkasnya.




















Tinggalkan Balasan