




Tandaglobal.news | Kediri — Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana meninjau langsung lahan yang direncanakan menjadi lokasi pembangunan hotel haji di Desa Kalipang, Kecamatan Grogol. Lahan tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas penunjang bagi calon jamaah haji apabila mendapatkan persetujuan dari Kementerian Haji dan Umrah.
Peninjauan dilakukan bersama perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Kediri, PT Surya Dhoho Investama, serta Badan Pertanahan Nasional (BPN).
Dalam kesempatan itu, Mas Dhito memastikan kondisi lahan yang disiapkan untuk mendukung rencana pengembangan layanan haji di kawasan sekitar Bandara Dhoho.
Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 55.000 meter persegi dan berada tidak jauh dari Bandara Dhoho.
Menurut Mas Dhito, lokasi tersebut dinilai strategis untuk menunjang kebutuhan calon jamaah haji apabila rencana pembangunan hotel memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat.
“Lahan seluas 55.000 meter persegi ini, apabila nanti disetujui oleh Kementerian Haji dan Umrah, akan dijadikan hotel haji,” ujar Mas Dhito.
Dalam peninjauan tersebut, Mas Dhito juga memanfaatkan drone untuk melihat kondisi kawasan dari udara.
Langkah itu dilakukan guna memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kontur lahan, akses menuju lokasi, serta kesiapan kawasan untuk mendukung pembangunan.
Hasil pemantauan menunjukkan masih terdapat sejumlah infrastruktur yang perlu ditingkatkan.
Beberapa di antaranya adalah pelebaran akses jalan menuju lokasi serta penambahan penerangan jalan guna menunjang mobilitas di kawasan tersebut.
Mas Dhito menilai pembangunan hotel haji memiliki prospek besar karena berpotensi menjadi hotel haji pertama di Indonesia.
Meski demikian, ia mengingatkan agar pemanfaatan bangunan tidak hanya berfokus pada musim haji, tetapi juga memiliki fungsi yang berkelanjutan sepanjang tahun.
“Harus dipikirkan juga di luar season haji supaya tidak hanya sekadar bangunan yang berdiri melayani musim haji. Begitu musim haji selesai, bangunan ini juga harus tetap bermanfaat,” tegasnya.
Rencana pembangunan hotel haji tersebut dinilai sejalan dengan pengembangan Bandara Dhoho sebagai salah satu opsi embarkasi haji di Jawa Timur.
Sebelumnya, dalam rapat koordinasi kesiapan teknis dan operasional embarkasi haji di Asrama Haji Sukolilo, Bandara Dhoho disebut memiliki peluang menjadi pusat pemberangkatan jamaah haji bagi wilayah Mataraman.
Apabila rencana itu terealisasi, Bandara Dhoho berpotensi melayani keberangkatan jamaah haji dari sekitar 10 hingga 12 kabupaten/kota di kawasan Mataraman.
Kehadiran hotel haji di sekitar bandara diharapkan dapat memperkuat ekosistem layanan haji sekaligus mendukung pengembangan kawasan strategis di Kabupaten Kediri.




















Tinggalkan Balasan