Di sisi lain, Pemkab Kediri juga telah menyiapkan rencana pengembangan jangka panjang berupa kawasan terpadu yang tidak hanya berfungsi sebagai pasar buah.

Kawasan tersebut akan dikembangkan menjadi pusat oleh-oleh khas Kediri serta rest area yang diharapkan mampu menarik kunjungan masyarakat maupun pengguna jalan.

Saat ini, konsep kawasan masih berada pada tahap penyusunan pra desain. Setelah tahapan tersebut selesai, pemerintah berencana menyusun Detail Engineering Design (DED) pada tahun 2027.

“Setelah pra desain selesai, tahun 2027 akan kita buatkan DED. Mudah-mudahan akhir 2027 atau 2028 kawasan itu sudah bisa beroperasi secara maksimal,” ungkap Tutik.

Untuk menunjang pengembangan kawasan tersebut, Pemkab Kediri juga berencana menambah lahan seluas sekitar 1.813 meter persegi. Pengadaan lahan itu tengah diproses melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Tahun 2026.

Lahan yang akan dibeli merupakan milik warga yang berada di sisi lokasi relokasi. Sebelumnya, lahan tersebut sempat masuk dalam proses appraisal oleh pihak proyek jalan tol, namun batal dibeli karena keterbatasan anggaran.

“Kebetulan lahannya masih kosong dan ditawarkan ke Pemkab. Dulu sudah pernah diappraisal oleh teman-teman tol, tetapi tidak terbeli. Setelah ditawarkan ke Pemkab, Mas Bupati sangat setuju karena bisa digunakan untuk pengembangan lebih lanjut,” tutur Tutik.