Tandaglobal.news | Kediri — Sebuah gudang rosok milik Khoiri di Dusun Jaten, Desa Pagu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dilalap api pada Senin (20/7/2026) dini hari. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut, meski kebakaran menyebabkan kerugian materiil hingga puluhan juta rupiah.

Laporan kebakaran pertama kali diterima dari seorang warga bernama Linda pada pukul 03.54 WIB. Tim Pemadam Kebakaran Kabupaten Kediri Pos Ngadiluwih kemudian bergerak menuju lokasi dua menit setelah laporan diterima, tepatnya pukul 03.56 WIB, dan tiba di lokasi sekitar pukul 04.12 WIB.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, api diduga berasal dari sisa pembakaran sampah di sekitar gudang yang kemudian merembet ke tumpukan rosok berbahan plastik.

Banyaknya limbah plastik yang tersimpan di dalam gudang membuat kobaran api dengan cepat membesar sehingga proses pemadaman membutuhkan penanganan intensif.

Untuk mengendalikan kebakaran, petugas mengerahkan empat armada pemadam, terdiri atas satu unit Damkar Pos Ngadiluwih berkapasitas 2.500 liter, dua unit Damkar Pos Pare dengan kapasitas total 5.000 liter, serta satu unit Damkar Kota Kediri. Sebanyak 14 personel diterjunkan dalam operasi pemadaman.

Petugas berjibaku memadamkan api selama hampir tiga jam. Kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 07.00 WIB sesuai prosedur operasional standar (SOP).

Akibat kejadian tersebut, pemilik gudang diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp10 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan sebagian rosok yang belum sempat terbakar dengan nilai sekitar Rp20 juta.

Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, memastikan proses pemadaman berlangsung lancar dan tidak menimbulkan korban.

“Api berhasil dipadamkan sesuai dengan SOP. Dalam kejadian ini tidak terdapat korban luka ringan, luka berat maupun korban meninggal dunia,” ujarnya.

Pihak terkait mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di sekitar lokasi yang menyimpan bahan mudah terbakar, sehingga risiko kebakaran serupa dapat dicegah.