
Tandaglobalnews Jawa Timur, 30 Mei 2026 – Selain mewujudkan perubahan fisik melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2025, berbagai kebijakan pemerintah di sektor pendidikan kini mulai terasa dampak nyatanya bagi para pendidik. Salah satu program yang paling dirasakan manfaatnya adalah penyaluran Tunjangan Profesi Guru (TPG). Bukan hanya meningkatkan kesejahteraan, bantuan ini juga menjadi pendorong utama lahirnya berbagai inovasi dalam proses pembelajaran di sekolah, baik negeri maupun swasta.
Di SDN Jalmak 1, Kabupaten Pamekasan, para guru memanfaatkan dana TPG untuk menyempurnakan kualitas kegiatan belajar mengajar agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Berbagai perangkat pendukung pembelajaran dibeli, dan teknologi mulai diintegrasikan ke dalam ruang kelas demi menciptakan suasana yang lebih interaktif, menyenangkan, dan bermakna bagi para murid.
Salah satu guru yang berinovasi adalah Dwi Arista Wardana, pengajar Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SDN Jalmak 1. Baginya, pembelajaran tidak hanya soal aktivitas fisik, tetapi juga sarana pembentukan karakter siswa. Untuk mewujudkan hal tersebut, Dwi menggunakan dana TPG untuk membeli laptop yang kini menjadi sarana utama pendukung pembelajaran PJOK di kelas.
“Dampak TPG sangat membantu saya berinovasi dalam menyiapkan materi pembelajaran yang lebih kreatif dan variatif berkat perangkat laptop ini. Alhamdulillah, sekarang pembelajaran PJOK di kelas saya jauh lebih interaktif, mampu membangun semangat kolaborasi, dan meningkatkan partisipasi aktif murid dalam setiap sesi pengajaran,” ungkap Dwi.
Manfaat serupa juga dirasakan Sri Riana, guru kelas di sekolah yang sama. Baginya, TPG membawa dampak besar, baik dari sisi kesejahteraan ekonomi maupun peningkatan kualitas pembelajaran. Di tengah pesatnya kemajuan teknologi, Sri mulai mengenalkan kecerdasan artifisial (AI) dan media digital kepada murid-muridnya. Ia membeli perangkat tablet menggunakan dana TPG, yang kini menjadi alat utama dalam mengemas materi ajar.
Dengan perangkat tersebut, Sri memanfaatkan berbagai aplikasi permainan edukatif seperti Kahoot dan Quizizz. Metode ini terbukti berhasil mengubah suasana kelas menjadi lebih hidup. “Berkat tablet yang saya beli, saya bisa menggunakan permainan edukatif agar pembelajaran lebih seru. Murid-murid jadi sangat antusias dan tidak mudah bosan saat belajar. Saya berharap program TPG ini terus berlanjut, agar para guru semakin semangat berinovasi dalam mengajar,” ujar Sri.
Manfaat program ini tidak hanya dirasakan di lingkungan sekolah negeri. Di SMP Plus Nurul Hikmah, Kabupaten Pamekasan, Samsi—guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti—juga mengungkapkan rasa syukur atas kehadiran TPG. Baginya, tunjangan ini memberikan ketenangan dalam menjalani kehidupan sehari-hari sekaligus mendukung terciptanya suasana belajar-mengajar yang lebih nyaman, tenang, dan fokus bagi pendidik maupun peserta didik.
Kehadiran TPG membuktikan bahwa peningkatan kesejahteraan guru berbanding lurus dengan kualitas pendidikan. Dukungan ini menjadi modal penting bagi para pendidik di Pamekasan untuk terus berkreasi, menghadirkan metode pembelajaran kekinian, dan membentuk generasi muda yang cerdas serta berkarakter.




















Tinggalkan Balasan