Kediri, Tandaglobal.news-Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Pahing, Kota Kediri, pada Selasa (18/8/2026) terpantau beragam. Beberapa komoditas cenderung stabil, sementara sebagian lainnya mengalami penurunan maupun kenaikan harga.
Pedagang Pasar Pahing, Erna, mengatakan, harga timun saat ini berada di kisaran Rp 11.000 per kilogram. Harga tersebut cenderung mengalami penurunan dibandingkan sebelumnya.
“Timun sekarang sekitar Rp11.000 per kilogram, trennya cenderung turun,” ujar Erna saat ditemui.
Untuk bawang merah ukuran besar, harga berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Sementara jenis Bima memiliki harga yang lebih tinggi karena kualitas dan jenisnya.
Bawang putih jenis Sinco juga masih berada pada harga sekitar Rp 33.000 per kilogram untuk kualitas bersih dan siap dijual. Sementara ukuran jumbo dapat memiliki harga yang berbeda tergantung kualitas barang.
Komoditas lain, seperti baby corn, dijual secara eceran di kisaran Rp 30.000–Rp 35.000 per kilogram. Pasokannya berasal dari sejumlah daerah, termasuk Malang dan produksi lokal.
Sementara itu, harga buncis berada di kisaran Rp 16.000 per kilogram. Untuk cabai, harga cabai kecil atau cabai rawit berada sekitar Rp 45.000 per kilogram, sedangkan cabai besar berada di kisaran Rp 30.000-an per kilogram dan cenderung lebih murah.
“Cabai kecil sekitar Rp45.000, sedangkan cabai besar Rp30.000-an. Untuk cabai besar sekarang cenderung lebih murah,” kata Erna.
Harga tomat juga relatif terjangkau. Tomat dengan kualitas pilihan dan kondisi bagus dijual sekitar Rp6.000 per kilogram, sedangkan tomat campuran dengan kualitas yang lebih beragam dapat diperoleh dengan harga lebih rendah.
Untuk labu siam, harga berada di sekitar Rp8.000 per kilogram untuk jenis hijau. Sementara labu siam putih memiliki selisih harga sekitar Rp2.000 lebih murah.
Komoditas sayuran daun seperti pakcoy dan sawi putih juga terpantau cukup stabil. Pakcoy berada di kisaran Rp7.000 per kilogram, sedangkan sawi putih sekitar Rp10.000 per kilogram.
Menurut Erna, perbedaan harga masing-masing komoditas dipengaruhi kualitas, ukuran, serta kondisi pasokan.
“Sayuran dengan kualitas pilihan dan siap dijual umumnya memiliki harga lebih tinggi dibandingkan barang campuran,” ungkapnya.
Kondisi harga tersebut menunjukkan pergerakan komoditas sayuran di pasar tradisional masih cukup dinamis. Pedagang berharap pasokan tetap lancar sehingga harga sejumlah kebutuhan dapur dapat terjaga dan tetap terjangkau bagi masyarakat.
Reporter: Maulana Rahmadha
Editor: Rizky Rusdiyanto




















Tinggalkan Balasan