
Tandaglobalnews KEDIRI – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP di Kabupaten Kediri resmi dimulai. Tahun ini, proses pendaftaran dilakukan sepenuhnya secara daring (online) dengan sejumlah perubahan mekanisme yang diharapkan dapat mempermudah calon peserta didik dan orang tua.
Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, Wahyu Murjiyanto, menjelaskan tahapan SPMB dimulai pada 8 hingga 10 Juni 2026 untuk jalur prestasi, afirmasi, dan mutasi tugas orang tua. Selanjutnya, pendaftaran jalur domisili dibuka pada 15 hingga 17 Juni 2026, sementara pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 20 Juni 2026.
“Mulai tahun ini pendaftaran SMP dilaksanakan secara online. Anak-anak bisa mendaftar dari mana saja. Kalau mengalami kesulitan, bisa meminta bantuan sekolah asal atau sekolah terdekat,” ujar Wahyu.
Meski pendaftaran dilakukan secara daring, calon peserta didik tetap diwajibkan datang ke sekolah tujuan untuk melakukan verifikasi dan menyerahkan berkas persyaratan.
Salah satu perubahan yang cukup menonjol tahun ini adalah bertambahnya pilihan sekolah bagi calon siswa. Jika sebelumnya hanya tersedia dua pilihan, kini peserta dapat memilih hingga empat sekolah sekaligus.
“Dengan empat pilihan ini kesempatan siswa untuk mendapatkan sekolah yang sesuai menjadi lebih besar. Jika tidak diterima di pilihan pertama, sistem akan memproses ke pilihan berikutnya,” jelasnya.
Wahyu juga memastikan daya tampung sekolah di Kabupaten Kediri masih lebih dari cukup untuk menampung seluruh lulusan SD dan MI tahun ini.
Data Dinas Pendidikan mencatat jumlah lulusan SD sebanyak 15.675 siswa dan lulusan MI sebanyak 6.895 siswa, sehingga total calon peserta didik yang akan melanjutkan ke jenjang SMP mencapai 22.570 siswa.
Sementara itu, daya tampung SMP negeri sebanyak 13.664 siswa dari 54 sekolah, SMP swasta sebanyak 21.440 siswa dari 81 sekolah, serta MTs negeri dan swasta sebanyak 5.880 siswa.
“Kalau dihitung secara keseluruhan, daya tampung mencapai 27.320 siswa. Artinya masih surplus dan seluruh lulusan sebenarnya memiliki kesempatan mendapatkan tempat belajar,” terang Wahyu.
Meski demikian, sejumlah sekolah favorit tetap menjadi tujuan utama masyarakat. Salah satunya adalah SMP Negeri 2 Gurah yang pada hari pertama pendaftaran langsung dibanjiri peminat.
Ketua Panitia SPMB SMPN 2 Gurah, Kiptiyah, mengatakan sekolahnya menyediakan kuota sebanyak 288 siswa yang terbagi dalam sembilan rombongan belajar (rombel).
“Animo masyarakat sangat tinggi. Bahkan pada hari pertama jumlah pendaftar yang memilih SMPN 2 Gurah sudah mencapai ratusan akun pendaftar yang masuk dalam sistem,” ujarnya.
Menurut Kiptiyah, pelaksanaan hari pertama berjalan lancar tanpa kendala teknis. Sistem pendaftaran maupun verifikasi berkas dapat diakses dengan baik oleh calon peserta didik dan orang tua.
Ia menambahkan, salah satu kemudahan yang dirasakan panitia tahun ini adalah integrasi data nilai rapor yang sudah langsung masuk ke sistem sehingga proses verifikasi menjadi lebih cepat.
“Dulu kami harus mencocokkan nilai rapor satu per satu dari semester dua kelas empat sampai kelas enam. Sekarang nilai sudah langsung masuk sistem sehingga jauh lebih efektif,” katanya.
Di balik kemudahan sistem yang ditawarkan, sejumlah orang tua mengaku masih menghadapi tantangan dalam menentukan pilihan sekolah.
Yuliarti, salah seorang wali murid asal Desa Janti, Kecamatan Wates, mengaku harus berhitung cermat sebelum menentukan sekolah tujuan anaknya.
Menurutnya, kebijakan pembatasan pilihan sekolah membuat orang tua harus lebih teliti menyesuaikan nilai anak dengan peluang diterima di sekolah yang dituju.
“Orang tua harus pintar-pintar memilih. Nilai anak harus benar-benar diperhatikan supaya bisa diterima di sekolah yang diinginkan,” ujarnya.
Ia berharap sistem penerimaan ke depan semakin mudah dipahami masyarakat, terutama bagi orang tua yang tidak terbiasa dengan berbagai jalur seleksi yang tersedia.
“Kadang orang tua yang awam masih bingung dengan banyaknya jalur pendaftaran. Harapannya ke depan sistemnya semakin sederhana dan mudah dipahami,” tuturnya.
Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan masa pendaftaran dengan baik dan terus memantau perkembangan hasil seleksi melalui laman resmi SPMB. Dengan daya tampung yang masih surplus, seluruh calon peserta didik diharapkan tetap memiliki kesempatan memperoleh layanan pendidikan sesuai jenjang yang dituju.