
Tandaglobalnews KEDIRI – Pemadaman listrik yang kerap terjadi akhir-akhir ini mulai dikeluhkan oleh para pelaku usaha peternakan. Salah satunya adalah Danaufarm, sebuah peternakan ayam yang berlokasi di Desa Tiru Lor, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri.
Manager Danaufarm, Alex Irawan, mengungkapkan bahwa pemadaman arus listrik secara mendadak ini sangat berdampak pada operasional kandang. Menurutnya, meskipun pihak peternakan memiliki generator set (genset) sebagai daya cadangan, alat tersebut tidak bisa sepenuhnya menjadi solusi instan.
“Masalahnya kalau genset itu tidak selalu siap (ready). Terkadang ada kendala teknis dan juga perlu waktu untuk persiapan menyalakannya,” ujar Alex saat ditemui langsung di area kandang Danaufarm.
Bagi peternakan ayam modern, kestabilan arus listrik adalah hal yang krusial karena menyangkut sistem ventilasi dan suhu kandang. Keterlambatan penanganan saat listrik padam bisa berdampak fatal pada kondisi kesehatan ayam. “Bagusnya ini yang dibawa nyawa (ayam),” tambahnya, menekankan besarnya risiko kerugian yang dihadapi.
Harapan kepada Pihak PLN
Mewakili pihak pengelola, Alex berharap agar perusahaan penyedia listrik negara (PLN) bisa meningkatkan kualitas layanannya ke depan agar kejadian serupa tidak terus terulang dan merugikan masyarakat maupun pelaku usaha.
Selain meminta intensitas pemadaman dikurangi, ia juga mendesak agar PLN memberikan informasi yang jelas sebelum melakukan tindakan.
“Harapan ke depannya semoga PLN bisa lebih baik lagi, tidak sering mati lampu, dan tidak merugikan masyarakat. Kalaupun ada pemadaman, harus ada pemberitahuan terlebih dahulu,” pungkasnya.