
(Foto: Dok. TGN/Maya Rahmawati)
Tandaglobal.news | KEDIRI – Pembangunan Jembatan Kaliombo memberikan dampak signifikan terhadap operasional salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di sekitarnya. Selama proses pembangunan berlangsung, jumlah pelanggan mengalami penurunan drastis yang berimbas pada anjloknya omzet harian.
Salah satu mandor SPBU, Kholiq, mengungkapkan bahwa penurunan pelanggan mencapai sekitar 80 persen dibandingkan kondisi sebelum proyek pembangunan dimulai.
“Yang jelas (pelanggan) menurun sampai 80 persen. Untuk omzet, kurang lebih berkurang 14 ton per hari,” ujar Kholiq.
Sebelum adanya proyek pembongkaran Jembatan Kaliombo, rata-rata penjualan bahan bakar di SPBU tersebut mencapai sekitar 17 hingga 18 ton per hari. Namun kini, penjualan turun drastis seiring berkurangnya volume kendaraan yang melintas di jalur tersebut.
Menurut Kholiq, dampak penurunan tidak hanya terjadi pada satu jenis bahan bakar, melainkan dirasakan di seluruh produk yang dijual SPBU.
“Pengaruhnya total semua, keseluruhan konsumen, baik solar, pertalite, pertamax, pertaminadex, semua ada efeknya,” tambahnya.
Ia menjelaskan, kendaraan berat seperti truk dan bus yang sebelumnya menjadi pelanggan tetap kini hampir tidak lagi terlihat mengisi bahan bakar di SPBU tersebut. Saat ini, sebagian besar pelanggan yang masih datang merupakan pengguna sepeda motor.
Penurunan juga terlihat pada penjualan produk Pertaminadex. Jika sebelumnya penjualan mencapai sekitar 100 liter per hari, kini terkadang hanya terjual sekitar 2 liter, bahkan pada hari tertentu tidak ada penjualan sama sekali.
Meski menghadapi penurunan omzet yang cukup besar, pihak SPBU tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan kepada konsumen dengan menjalankan seluruh standar operasional prosedur (SOP).
“Langkah-langkah yang jelas tetap pelayanan SOP, tetap kita jalankan. Untuk kebersihan dan perawatan tetap kita laksanakan meskipun ada pembongkaran Jembatan Kaliombo,” tegasnya.
Dampak pembangunan jembatan juga berpengaruh terhadap pengelolaan sumber daya manusia di SPBU. Sejumlah pegawai terpaksa dipindahkan ke unit kerja lain sebagai langkah efisiensi, sementara pegawai yang masih bertugas harus bekerja dengan beban lebih berat dan intensitas lembur yang meningkat agar pelayanan tetap berjalan optimal.
Pihak SPBU berharap pembangunan Jembatan Kaliombo dapat segera rampung sehingga arus lalu lintas kembali normal. Dengan demikian, jumlah pelanggan diharapkan kembali meningkat dan omzet operasional dapat pulih seperti sebelum proyek pembangunan berlangsung.
Jurnalis: Maya Rahmawati