
(Foto: Dok.TGN/Eka Putri Maryani)
Tandaglobal.news | KEDIRI – Kenaikan harga oli kendaraan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan oleh masyarakat dan pelaku usaha bengkel di Kabupaten Kediri. Sejumlah jenis oli mengalami kenaikan harga cukup signifikan, sehingga berdampak pada meningkatnya biaya perawatan kendaraan bermotor.
Di wilayah Desa Kepung, Kabupaten Kediri, para pemilik bengkel mengaku harga oli dari distributor mengalami penyesuaian yang membuat harga jual kepada konsumen ikut meningkat. Kenaikan tersebut terjadi pada berbagai merek dan jenis oli yang umum digunakan oleh pengendara sepeda motor maupun mobil.
Salah satu pemilik bengkel di Desa Kepung, Diki, mengatakan bahwa harga oli di pasaran saat ini mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 30 persen dibandingkan sebelumnya. Menurutnya, kondisi tersebut mulai dikeluhkan oleh sebagian pelanggan karena biaya servis kendaraan menjadi lebih mahal.
“Dalam beberapa bulan terakhir memang ada kenaikan harga oli. Hampir semua merek mengalami penyesuaian harga. Kenaikannya bervariasi, rata-rata sekitar 15 sampai 30 persen,” ujar Diki, Rabu (24/6/2026).
Ia mencontohkan salah satu produk yang cukup banyak digunakan konsumen, yakni oli SPX 2. Sebelum mengalami kenaikan harga, produk tersebut dijual sekitar Rp72.000 per botol. Namun saat ini harganya telah mencapai Rp93.000 per botol.
“Untuk oli SPX 2 misalnya, sebelumnya harga sekitar Rp72 ribu, sekarang sudah mencapai Rp93 ribu. Selisihnya cukup terasa bagi pelanggan yang rutin melakukan servis,” jelasnya.
Menurut Diki, kenaikan harga oli secara langsung berdampak pada biaya servis berkala yang harus dikeluarkan pemilik kendaraan. Meski demikian, sebagian besar pelanggan tetap melakukan penggantian oli karena menyadari pentingnya perawatan mesin.
Ia menjelaskan bahwa oli merupakan komponen vital yang berfungsi melumasi, mendinginkan, dan melindungi mesin dari keausan. Oleh karena itu, menunda penggantian oli hanya untuk menghemat biaya justru berpotensi menimbulkan kerusakan mesin yang lebih mahal.
“Kami tetap menyarankan pelanggan untuk mengganti oli sesuai jadwal. Kalau terlalu lama tidak diganti, risiko kerusakan mesin bisa lebih besar dan biaya perbaikannya jauh lebih mahal dibandingkan biaya membeli oli,” tambahnya.
Kenaikan harga oli juga dirasakan oleh para pengguna kendaraan yang mengandalkan sepeda motor sebagai sarana transportasi harian maupun untuk bekerja. Mereka mengaku harus menambah anggaran perawatan kendaraan di tengah naiknya berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Meski demikian, pelaku usaha bengkel berharap kondisi harga dapat kembali stabil sehingga tidak semakin membebani masyarakat. Mereka juga mengimbau para pengendara untuk tetap melakukan perawatan kendaraan secara berkala guna menjaga performa dan keselamatan saat berkendara.
Dengan kenaikan harga oli yang mencapai 15 hingga 30 persen, masyarakat kini dituntut lebih cermat dalam mengelola pengeluaran. Namun para mekanik mengingatkan bahwa perawatan kendaraan tetap menjadi kebutuhan penting yang tidak boleh diabaikan demi menjaga umur pakai dan kinerja mesin tetap optimal.
Jurnalis: Eka Putri Maryani