
Tandaglobal.news | Kediri – Harga semangka di sejumlah lapak penjualan di Kabupaten Kediri mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dipicu oleh menurunnya pasokan dari petani akibat pergantian musim, sehingga stok yang tersedia di tingkat pedagang semakin terbatas. Kenaikan harga tersebut terlihat di lapak milik Fitria, pedagang semangka di Desa Watugede, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, pada Senin (13/7/2026).
Pedagang semangka di Desa Watugede, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri, Fitria, mengatakan kenaikan harga terjadi secara bertahap mengikuti ketersediaan pasokan dari pengepul. Menurutnya, semakin sedikit pasokan yang masuk, harga jual di tingkat pedagang juga ikut meningkat.
“Sekarang harga semangka memang lagi naik karena stok dari petani mulai menipis akibat pergantian musim. Naiknya bertahap mengikuti barang yang tersedia,” ujar Fitria.
Fitria menjelaskan, harga semangka yang sebelumnya dijual sekitar Rp5.000 per buah kini naik menjadi Rp10.000 per buah. Kenaikan tersebut mencapai dua kali lipat dibandingkan saat pasokan masih melimpah.
Selain mengalami kenaikan harga, ukuran semangka yang dijual juga bervariasi. Semangka kecil yang dijual dengan promo Rp10.000 untuk tiga buah merupakan hasil dari bibit semangka varietas besar yang tidak tumbuh maksimal sehingga dipanen saat ukurannya masih kecil. Sementara itu, semangka berukuran sedang berasal dari bibit yang sama, tetapi memiliki pertumbuhan lebih baik dan masih berpotensi membesar.
Fitria menambahkan, harga setiap semangka ditentukan berdasarkan ukuran buah serta harga modal dari pengepul. Perbedaan ukuran membuat harga jual setiap buah juga tidak sama.
“Yang kecil itu sebenarnya dari bibit semangka besar, hanya saja pertumbuhannya tidak maksimal. Harga juga menyesuaikan ukuran buah dan modal dari pengepul,” jelasnya.
Kenaikan harga tersebut mendapat beragam tanggapan dari pembeli. Sebagian pelanggan mengeluhkan ukuran semangka yang lebih kecil dibandingkan sebelumnya, namun sebagian lainnya memaklumi kondisi tersebut karena mengetahui harga semangka di pasaran memang sedang meningkat.
Di sisi lain, sistem penjualan per buah yang diterapkan di lapak Fitria dinilai lebih menguntungkan dibandingkan pembelian berdasarkan berat per kilogram seperti di toko modern. Semangka yang dijual seharga Rp10.000 umumnya memiliki berat sekitar 2 kilogram. Jika dihitung berdasarkan berat, nilainya setara dengan sekitar Rp5.000 per kilogram. Perhitungan tersebut membuat sebagian pembeli menilai harga di lapaknya masih kompetitif karena mereka dapat memilih langsung ukuran buah sesuai kebutuhan tanpa harus membeli berdasarkan timbangan.
“Banyak pembeli tetap memilih beli di sini karena dijual per buah, bukan per kilogram. Semangka yang harganya sepuluh ribu itu rata-rata beratnya sekitar dua kilogram, jadi kalau dihitung per kilo sama saja sekitar lima ribu rupiah,” pungkas Fitria.
Meski harga sedang tinggi, permintaan semangka di lapaknya masih cukup stabil. Fitria berharap pasokan kembali normal setelah musim berganti sehingga harga dapat berangsur turun dan daya beli masyarakat kembali meningkat.
Jurnalis: Roni Ardiansyah




















Tinggalkan Balasan