
Tandaglobal.news | Kediri – Tiga kali gagal mengikuti seleksi tidak membuat Sertu Supriadi menyerah mengejar cita-citanya menjadi prajurit TNI. Berkat kegigihan dan kerja keras, Babinsa Kelurahan Tinalan, Koramil 02/Pesantren Kodim 0809/Kediri itu akhirnya lolos menjadi anggota TNI dan bahkan berhasil mengukir prestasi pada ajang menembak Piala Kasad.
Lahir pada 1980, Sertu Supriadi merupakan warga Jalan Karang Anyar, Kelurahan Ngronggo, Kota Kediri. Ia mengaku telah memiliki cita-cita menjadi anggota TNI sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Keinginan tersebut lahir dari dalam dirinya sendiri sebagai bentuk pengabdian kepada negara sekaligus untuk membanggakan kedua orang tuanya.
“Saya bercita-cita menjadi TNI sejak masih SMP. Semua itu saya lakukan karena ingin membanggakan kedua orang tua dan mengabdikan diri kepada bangsa,” ujar Sertu Supriadi.
Demi mewujudkan cita-citanya, Supriadi mulai menerapkan pola hidup disiplin sejak usia muda. Ia rutin berolahraga, menjaga kesehatan, membatasi pergaulan yang kurang bermanfaat, serta mempersiapkan diri secara fisik dan mental untuk menghadapi seleksi masuk TNI.
Namun, perjalanan menuju impiannya tidak berjalan mulus. Ia harus menerima kenyataan gagal sebanyak tiga kali dalam seleksi penerimaan prajurit. Meski demikian, kegagalan tersebut tidak membuatnya kehilangan semangat.
“Saya memang gagal tiga kali saat mengikuti seleksi TNI, tetapi kegagalan itu bukan alasan untuk menyerah. Justru menjadi motivasi agar saya terus berlatih dan memperbaiki diri,” katanya.
Supriadi terus mengevaluasi kekurangan yang dimilikinya. Berbagai latihan fisik dan persiapan dilakukan dengan lebih serius hingga akhirnya pada kesempatan keempat, tepatnya pada 2001, ia dinyatakan lolos dan resmi menjadi anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Baginya, keberhasilan tersebut tidak lepas dari keyakinan bahwa setiap proses harus dijalani dengan kesungguhan. Karena cita-cita itu lahir dari keinginannya sendiri, setiap kegagalan justru menjadi penyemangat untuk terus berkembang.
“Beda kalau itu paksaan atau tekanan. Karena ini timbul dari dalam hati saya sendiri, setiap kegagalan justru membuat semangat saya untuk berlatih semakin tinggi,” ungkapnya.
Selain menjalankan tugas sebagai prajurit, Supriadi juga memiliki prestasi membanggakan di cabang olahraga menembak. Pada periode 2005 hingga 2008, ia dipercaya menjadi anggota tim penembak batalyon dan berhasil meraih juara dua serta juara tiga pada ajang Piala Kasad.
Prestasi tersebut menjadi salah satu pencapaian penting dalam perjalanan karier militernya. Pengalaman sebagai atlet menembak turut membentuk karakter disiplin, fokus, dan konsisten yang hingga kini terus diterapkan saat menjalankan tugas sebagai Babinsa di tengah masyarakat.
Kini, Sertu Supriadi aktif melaksanakan pembinaan teritorial di wilayah binaannya. Ia berharap kisah hidupnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda agar tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan.
Menurutnya, setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk meraih impian selama mau berusaha, berdoa, dan tetap percaya pada proses.
“Nikmati saja prosesnya, yakin dan bersungguh-sungguh. Insya Allah ada jalan. Ketika kita mempunyai niat baik dan tujuan yang baik, insya Allah nanti alam akan mendukung,” tutup Sertu Supriadi.
Perjalanan hidup Sertu Supriadi menunjukkan bahwa keberhasilan tidak selalu diraih dengan jalan yang mudah. Ketekunan, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah menjadi kunci yang mengantarkannya mewujudkan cita-cita sebagai prajurit TNI sekaligus mengharumkan nama satuan melalui prestasi di bidang menembak.
Jurnalis: Maya Rahmawati




















Tinggalkan Balasan