
Tandaglobalnews KEDIRI – Memasuki musim kemarau, para petani nanas di wilayah Ngancar, Kediri, mengaku tidak khawatir dengan kondisi lahan pertanian mereka. Tanaman nanas dikenal sebagai komoditas yang tangguh dan tidak mengenal musim, sehingga tetap dapat tumbuh dengan baik meski pasokan air berkurang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Bapak Sutresno, seorang petani nanas setempat. Menurutnya, tanaman nanas justru memiliki ketahanan yang kuat terhadap cuaca panas. Sebaliknya, tanaman ini tidak menyukai kondisi tanah yang terlalu basah atau tergenang air seperti di area persawahan karena dapat menyebabkan pembusukan tanaman. Tanaman nanas lebih cocok ditanam di tanah setengah kering, seperti lahan tadah hujan yang ada di kawasan Ngancar.
Gulma Menjadi Tantangan Terbesar
Meski kebal terhadap kekeringan, para petani tetap menghadapi tantangan tersendiri selama musim kemarau. Sutresno menjelaskan bahwa masalah terbesar yang mereka hadapi bukanlah kekurangan air, melainkan pertumbuhan gulma atau rumput liar yang sangat cepat.
“Biarpun kemarau, rumput itu terus tumbuh. Jadi rumput itu pengaruh utama,” jelas Sutresno.
Untuk mengatasi hal tersebut, para petani harus rutin melakukan pembersihan lahan (diwaton) setidaknya setiap tiga bulan sekali agar pertumbuhan nanas tidak terganggu.
Gulma Menjadi Tantangan Terbesar
Mengenai jumlah hasil panen, musim kemarau dilaporkan tidak memberikan pengaruh yang signifikan. Namun, kondisi cuaca ini memberikan dampak langsung pada kualitas rasa buah. Nanas yang dipanen pada musim kemarau justru menghasilkan rasa yang jauh lebih manis dibandingkan saat musim hujan yang cenderung agak asam. Sementara dari segi ukuran buah, kekurangan air sedikit banyak juga dapat memengaruhi ukuran nanas menjadi agak berbeda.
Sutresno juga menambahkan bahwa masa tanam nanas lokal dari awal tanam hingga siap panen membutuhkan waktu sekitar 18 bulan. Menariknya, pohon nanas hanya dapat berbuah satu kali saja. Setelah buahnya dipetik, pohon tersebut akan mengeluarkan tunas baru (anak) yang kemudian dipisahkan untuk dijadikan bibit pada masa penanaman berikutnya.
Keunggulan Geografis Lahan
Kondisi geografis Ngancar yang berada di ketinggian sekitar 1.300 meter di atas permukaan laut (mdpl) turut menguntungkan para petani. Suhu udara yang cenderung dingin di kawasan lereng gunung ini membuat tanaman nanas tidak memerlukan penyiraman khusus selama musim kemarau. Berbeda dengan wilayah Ngancar bagian barat atau dataran yang lebih rendah, di mana petani kemungkinan besar masih harus melakukan penyiraman (dikocor) pada lahan mereka saat kemarau tiba.