
TandaGlobalNews | PAMEKASAN – Wacana pembangunan jalan tol di Pulau Madura kembali mengemuka dan mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Prof AQ yang menilai kehadiran jalan tol dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi, meningkatkan konektivitas antardaerah, serta membuka peluang investasi yang lebih luas di kawasan Madura.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur berskala besar seperti jalan tol tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga menjadi katalisator pembangunan ekonomi daerah. Dengan akses yang lebih cepat dan efisien, distribusi barang dan jasa dapat berjalan lebih lancar sehingga biaya logistik dapat ditekan dan daya saing produk lokal meningkat.
Prof AQ menilai Madura memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, garam, pariwisata, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Namun, potensi tersebut belum berkembang secara maksimal karena masih terbatasnya akses transportasi yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi di empat kabupaten, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.
Ia menegaskan bahwa pembangunan tol dapat mempercepat mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar arus distribusi hasil produksi daerah menuju pasar yang lebih luas. Selain itu, keberadaan infrastruktur yang memadai juga menjadi faktor penting yang dipertimbangkan investor sebelum menanamkan modalnya di suatu wilayah.
“Ketika akses transportasi semakin baik, maka peluang investasi akan semakin terbuka. Industri pengolahan, sektor perdagangan, hingga pariwisata berpotensi tumbuh lebih cepat dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat Madura,” ujarnya.
Dorong Pemerataan Pembangunan
Selain aspek ekonomi, Prof AQ menyoroti pentingnya pemerataan pembangunan di Jawa Timur. Selama ini, pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur masih banyak terpusat di kawasan Surabaya dan sekitarnya. Padahal, wilayah Madura memiliki posisi strategis yang dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru jika didukung infrastruktur yang memadai.
Menurutnya, pembangunan jalan tol dapat menjadi solusi untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah sekaligus meningkatkan konektivitas antara Madura dan kawasan ekonomi utama di Jawa Timur. Dengan demikian, masyarakat dapat memperoleh akses yang lebih baik terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan berbagai aktivitas ekonomi lainnya.
Perlu Perencanaan Matang
Meski mendukung penuh pembangunan tol, Prof AQ mengingatkan bahwa proyek tersebut harus dirancang secara matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari tata ruang, dampak lingkungan, hingga kondisi sosial masyarakat setempat. Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan menjadi faktor penting agar pembangunan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat yang merata.
Selain itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta juga diperlukan untuk memastikan proyek dapat direalisasikan secara efektif dan berkelanjutan. Dukungan regulasi serta skema pembiayaan yang tepat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur strategis di Madura.
Infrastruktur sebagai Penggerak Ekonomi
Berbagai studi dan pengalaman pembangunan di sejumlah daerah menunjukkan bahwa infrastruktur jalan tol mampu meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah. Infrastruktur yang baik dapat mempercepat mobilitas barang dan manusia, membuka akses ke pusat-pusat ekonomi baru, serta meningkatkan produktivitas berbagai sektor usaha.
Karena itu, Prof AQ berharap rencana pembangunan Tol Madura dapat dikaji secara serius dan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mempercepat kemajuan Pulau Garam. Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, proyek tersebut diyakini dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Madura di masa depan.