




Tandaglobal.news | Kediri – Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menekankan bahwa keberhasilan peserta dalam mengikuti Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) tidak hanya diukur dari sertifikat yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan mereka menerapkan ilmu dan keterampilan dalam dunia kerja maupun usaha mandiri.
Pesan tersebut disampaikan Mas Dhito saat meninjau pelaksanaan program PBK di Balai Latihan Kerja (BLK) Bogo, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Jumat (17/7/2026).
Program yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kediri itu bertujuan meningkatkan kompetensi masyarakat agar memiliki daya saing di dunia kerja.
Dalam kunjungannya, Mas Dhito meninjau langsung proses pembelajaran di sejumlah kelas pelatihan. Ia juga berdialog dengan para peserta dan instruktur untuk melihat perkembangan pelaksanaan program.
Salah satu pelatihan yang menjadi perhatian adalah kelas Bahasa Jepang yang dipersiapkan bagi peserta yang akan mengikuti program IM Japan, yakni program magang dan kerja di Jepang.
“Maka kita persiapkan anak-anak di Kabupaten Kediri untuk mendapatkan pelajaran Bahasa Jepang,” ujar Mas Dhito.
Selain pelatihan Bahasa Jepang, BLK Bogo juga membuka berbagai kelas keterampilan lainnya, seperti digital marketing, make up artist (MUA), pengelasan, barbershop, administrasi perkantoran, barista, hingga teknik sepeda motor.
Setiap pelatihan berlangsung selama 120 hingga 240 jam, atau sekitar 15 sampai 30 hari tatap muka, menyesuaikan dengan bidang yang dipilih. Masing-masing kelas diikuti sebanyak 20 peserta.
Setelah menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan lulus, peserta akan memperoleh sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).





Namun, menurut Mas Dhito, kepemilikan sertifikat bukanlah tujuan utama apabila keterampilan yang diperoleh tidak diterapkan.
“Paling penting pasca pelatihan itu, mereka menggunakan ilmunya atau tidak, itu kuncinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menjelaskan bahwa seluruh peserta saat ini telah menjalani pelatihan selama lima hari.
Khusus peserta kelas Bahasa Jepang, mereka akan mengikuti tahapan seleksi program magang ke Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus mendatang.
Menurut Ibnu, program PBK merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Ia menambahkan, peserta pelatihan MUA dan Barista yang mengikuti pelatihan selama 240 jam akan memperoleh kesempatan mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan mitra setelah menyelesaikan pelatihan.
“Harapannya mereka dapat menunjukkan skill, soft skill yang dimiliki dan dapat diterima di situ (perusahaan mitra),” kata Ibnu.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk membuka peluang kerja maupun membangun usaha secara mandiri sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka.




















Tinggalkan Balasan