




Namun, menurut Mas Dhito, kepemilikan sertifikat bukanlah tujuan utama apabila keterampilan yang diperoleh tidak diterapkan.
“Paling penting pasca pelatihan itu, mereka menggunakan ilmunya atau tidak, itu kuncinya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disnaker Kabupaten Kediri, Ibnu Imad, menjelaskan bahwa seluruh peserta saat ini telah menjalani pelatihan selama lima hari.
Khusus peserta kelas Bahasa Jepang, mereka akan mengikuti tahapan seleksi program magang ke Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada 24 Agustus mendatang.
Menurut Ibnu, program PBK merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kediri dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja.
Ia menambahkan, peserta pelatihan MUA dan Barista yang mengikuti pelatihan selama 240 jam akan memperoleh kesempatan mengikuti program magang di perusahaan-perusahaan mitra setelah menyelesaikan pelatihan.
“Harapannya mereka dapat menunjukkan skill, soft skill yang dimiliki dan dapat diterima di situ (perusahaan mitra),” kata Ibnu.
Melalui program tersebut, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap para peserta tidak hanya memperoleh keterampilan baru, tetapi juga mampu memanfaatkan kompetensi yang dimiliki untuk membuka peluang kerja maupun membangun usaha secara mandiri sehingga dapat meningkatkan taraf ekonomi mereka.




















Tinggalkan Balasan