
Tandaglobal.news | Kediri – Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan ketersediaan LPG subsidi 3 kilogram atau yang dikenal sebagai gas melon dalam kondisi aman dan mencukupi hingga akhir tahun 2026. Tahun ini, Kabupaten Kediri memperoleh alokasi LPG 3 kilogram sebanyak 55.560 metrik ton (MT) dari Pertamina.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagrin) Kabupaten Kediri, drh. Tutik Purwaningsih, mengatakan kuota tersebut dinilai lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang berhak menerima LPG subsidi. Untuk memastikan distribusi berjalan lancar, pihaknya terus melakukan pemantauan dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pangkalan hingga tingkat pengecer.
“Kami terus melakukan monitoring dan sidak ke pangkalan maupun pengecer untuk memastikan stok tersedia dan distribusinya berjalan lancar. Dari hasil pemantauan, pasokan LPG 3 kilogram masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujar Tutik pada Kamis, 9 Juli 2026.
Menurutnya, LPG 3 kilogram merupakan barang subsidi yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro. Karena itu, penggunaan gas melon harus tepat sasaran agar manfaat subsidi benar-benar dirasakan oleh kelompok yang berhak.
“Kami optimistis kuota yang diberikan Pertamina sangat memadai. Yang terpenting adalah memastikan konsumennya jelas dan penggunaannya sesuai peruntukan. LPG subsidi tidak diperuntukkan bagi keluarga ASN, kebutuhan mesin diesel pengairan, restoran besar, rumah makan skala besar, maupun kafe. Prioritasnya adalah masyarakat kurang mampu,” tegasnya.
Tutik Purwaningsih menambahkan, tingginya aktivitas masyarakat pada bulan Suro yang biasanya berdampak pada peningkatan konsumsi LPG tidak akan mengganggu ketersediaan stok. Dengan alokasi yang ada, Disdagrin Kabupaten Kediri meyakini kebutuhan masyarakat tetap dapat terpenuhi.
Selain itu, koordinasi dengan Pertamina terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi kekurangan pasokan di lapangan. Apabila terdapat pangkalan yang mengalami penurunan stok secara signifikan, distribusi tambahan dapat segera dilakukan.
“Secara umum, kuota LPG 3 kilogram sebanyak 55.560 metrik ton sangat mencukupi hingga akhir tahun. Jika ada pangkalan yang stoknya mulai menipis, mereka bisa langsung berkoordinasi dengan Pertamina dan pasokan akan segera dikirim sesuai kebutuhan,” jelasnya.
Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kediri juga mengimbau masyarakat untuk membeli LPG subsidi sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Langkah tersebut penting untuk menjaga stabilitas distribusi serta memastikan seluruh masyarakat yang berhak dapat memperoleh LPG 3 kilogram dengan mudah.
Jurnalis: Wildan Wahid Hasyim