Jamaah Haji Asal Kabupaten Kediri Masih Kritis di Makkah, Dirawat dengan Ventilator dan Belum Sadarkan Diri

Foto ilustrasi pasien sedang dirawat. (AI/chatGPT)

Tandaglobal.news | KEDIRI – Kondisi jamaah haji asal Kabupaten Kediri, Norma Asrining Sukma, yang hingga kini masih menjalani perawatan di Arab Saudi, dilaporkan belum menunjukkan perkembangan signifikan. Jamaah yang tergabung dalam Kloter 110 tersebut masih dirawat intensif di RS An Noor, Makkah, dengan bantuan alat ventilator dan dalam kondisi tidak sadar.

Informasi tersebut disampaikan Staf Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kabupaten Kediri, Mahfudzia Afindis, berdasarkan laporan terakhir yang diterima dari petugas haji di Arab Saudi.

“Informasi terakhir yang kami terima pada Senin lalu, berdasarkan hasil visitasi tanggal 5 Juli 2026, kondisi beliau masih sama. Masih menggunakan ventilator dan belum sadar,” ujar Afindis saat dikonfirmasi, Kamis (9/7).

Norma menjadi salah satu dari tiga jamaah haji Indonesia yang hingga saat ini masih menjalani perawatan di rumah sakit di Kota Makkah. Karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan untuk melakukan perjalanan udara, yang bersangkutan belum dapat dipulangkan bersama rombongan jamaah lainnya.

Menurut Afindis, selama kondisi medis pasien belum memenuhi syarat untuk penerbangan jarak jauh, perawatan akan tetap dilanjutkan di Arab Saudi.

“Selama kondisinya tidak memungkinkan untuk penerbangan, ya akan tetap dirawat di sana,” tegasnya.

Seiring berakhirnya masa operasional Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) pada 30 Juni 2026 pukul 22.05 Waktu Arab Saudi, proses pemantauan terhadap jamaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi kini tidak lagi dilakukan oleh Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH).

Sebagai gantinya, tugas visitasi dan pemantauan kondisi jamaah dialihkan kepada Konsulat Urusan Haji (KUH) dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Arab Saudi.

Meski berada ribuan kilometer dari tanah air, keluarga Norma tetap mendapatkan informasi perkembangan kondisi pasien secara berkala. Kementerian Agama Kabupaten Kediri menjadi penghubung antara keluarga dengan pihak yang melakukan pemantauan di Arab Saudi.

Baca Juga  Bangunan Kosong, Kontrak Belum Habis: Ini Sebab Kafe Ragil Kuning Tak Beroperasi

Afindis menjelaskan, suami Norma selama ini aktif menanyakan perkembangan kondisi istrinya. Namun demikian, pihaknya juga berinisiatif menyampaikan informasi terbaru setiap kali menerima laporan dari Arab Saudi.

“Biasanya suami beliau menanyakan kabar kepada kami. Namun kalau kami mendapatkan informasi lebih dulu, pasti akan kami sampaikan kepada beliau tanpa harus menunggu ditanya,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait barang bawaan jamaah, koper besar milik Norma telah dipulangkan ke Indonesia bersama jamaah lainnya dan sudah diterima keluarga. Adapun koper kabin masih berada bersama pasien di Makkah.

Hingga saat ini, keluarga dan pemerintah masih berharap kondisi Norma segera membaik sehingga dapat dipulangkan ke Indonesia dan kembali berkumpul dengan keluarga di Kabupaten Kediri. Namun seluruh keputusan terkait kepulangan akan bergantung pada perkembangan medis dan rekomendasi tim dokter yang menangani di Arab Saudi.


Jurnalis: Wildan Wahid Hasyim

administrator

    Artikel Terkait

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *