
Tandaglobalnews KEDIRI – Kebakaran lahan tebu terjadi di Dusun Petok, Desa Petok, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Kamis (2/7/2026) siang. Berkat respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Kediri, api berhasil dilokalisir sebelum merembet ke permukiman warga dan mushola yang berada di dekat lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui pemilik lahan, Abu, setelah mendapat informasi dari warga sekitar bahwa lahan tebunya terbakar. Mengetahui hal itu, ia segera melaporkan kejadian tersebut kepada Damkar Kabupaten Kediri sekitar pukul 14.07 WIB.
Tim Damkar Pos Ngadiluwih kemudian bergerak menuju lokasi pada pukul 14.10 WIB dan tiba sekitar pukul 14.28 WIB. Petugas langsung melakukan upaya pemadaman untuk mencegah api meluas ke area sekitar.
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh pembakaran sisa daun tebu kering atau daduk di lahan sawah yang berada di samping kebun tebu. Api yang tidak diawasi kemudian merembet ke tanaman tebu yang belum dipanen.
Sebanyak lima personel diterjunkan dengan menggunakan satu unit armada pemadam kebakaran untuk mengendalikan kobaran api. Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga pukul 17.25 WIB.
Plt. Kasatpol PP Kabupaten Kediri, Kaleb Untung Satrio Wicaksono, mengatakan petugas berhasil mengendalikan api sehingga tidak menjalar ke bangunan yang berada di sekitar lokasi.
“Api berhasil dilokalisir sehingga tidak merembet ke mushola dan rumah di samping objek terbakar. Api dapat dipadamkan sesuai dengan SOP,” ujarnya dalam laporan resmi kegiatan pemadaman.
Akibat kejadian tersebut, pemilik lahan diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp70 juta. Meski demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai kurang lebih Rp400 juta berupa rumah warga dan mushola yang berada di dekat area kebakaran.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran sisa tanaman atau limbah pertanian tanpa pengawasan karena berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca panas dan lahan dalam keadaan kering.
Jurnalis : Wildan Wahid Hasyim