Tandaglobal.news | Kediri – Suasana meriah mewarnai Pagelaran Wayang Cangkrukan Kamtibmas yang digelar di belakang Kantor Kecamatan Kota Kediri, Jumat (17/7/2026) malam. Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek Kediri Kota Kompol Bowo Wicaksono tampil langsung sebagai dalang untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas kepada masyarakat.

Tak sekadar memainkan wayang, Kompol Bowo juga berdialog langsung dengan warga mengenai situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayahnya. Ia membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan curahan hati, saran, maupun kritik secara langsung.

Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari para kepala kelurahan serta pengurus Karang Taruna Kecamatan Kota Kediri yang hadir. Mereka berharap Pagelaran Wayang Cangkrukan Kamtibmas dapat dilaksanakan secara bergilir di seluruh kelurahan di Kecamatan Kota Kediri karena dinilai mampu mempererat silaturahmi antara polisi dan masyarakat.

Kapolsek Kediri Kota menjelaskan, Pagelaran Wayang Cangkrukan Kamtibmas Polri untuk masyarakat mengusung tema Pager Mangkok Luweh Kuat Ketimbang Pager Tembok.

“Intinya berbagi dan silaturahmi akan mewujudkan kepedulian saling menjaga keamanan dan lingkungan sekitarnya,” jelasnya.

Menurut Kompol Bowo, keamanan lingkungan dapat tercipta apabila masyarakat terus menjaga kerukunan, mempererat silaturahmi, serta membangun komunikasi yang baik.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat juga dapat saling bertukar informasi sekaligus menerima penyampaian pesan-pesan kamtibmas.

“Tujuannya mewujudukan Kediri Mapan, Ngangeni dengan aman dan kondusif,” ujar polisi berpangkat satu melati itu.

Dalam pagelaran wayang tersebut diceritakan dua sisi kehidupan masyarakat. Kisah pertama menggambarkan perbedaan antara masyarakat kurang mampu dan masyarakat mampu.

Diceritakan pula bahwa masyarakat kurang mampu melakukan perbuatan yang tidak baik untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, sementara masyarakat yang mampu tidak memiliki kepedulian untuk berbagi dengan lingkungan sekitar.

Kisah berikutnya menceritakan seorang pencuri yang gagal menjalankan aksinya setelah terlebih dahulu diketahui oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Dari situlah ada kesadaran bahwa yang mampu harus saling berbagi dengan yang kurang mampu,” tutur Kapolsek Kediri Kota.

Kompol Bowo menuturkan pendekatan melalui seni wayang dipilih karena Kota Kediri dikenal memiliki kekayaan seni dan budaya. Melalui media tersebut, kepolisian ingin membangun kedekatan dengan masyarakat dengan cara yang lebih humanis.

“Lebih dikenalnya pendekatan humanis melalui konsep Art Policing untuk membangun kedekatan dengan masyarakat lewat sarana seni dan budaya,” ungkap Kompol Bowo Wicaksono.